Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

KASIH YANG SETIA DAN TAK TERTUNDA

19 April 2025

📖 Markus 15:40–47


Di tengah penderitaan dan kematian Yesus, saat murid-murid-Nya yang terdekat lari dan bersembunyi karena takut, ada sekelompok perempuan yang tetap setia mengikuti-Nya dari jauh. Mereka tidak mundur, meskipun yang mereka saksikan adalah hal yang paling menyakitkan: Guru yang mereka kasihi disalibkan hingga mati. Kesetiaan mereka bukan dalam kata-kata, tetapi dalam kehadiran yang nyata. Ini adalah bentuk iman yang teguh—bertahan, meski hati hancur.

 

Di bagian akhir pasal, kita melihat tokoh yang mungkin tidak terlalu menonjol sebelumnya: Yusuf dari Arimatea. Dia adalah anggota Majelis Besar, namun hatinya tersentuh oleh kasih dan keberanian. Ia tidak menunda-nunda. Di saat para murid lain masih takut, Yusuf mengambil langkah nyata: meminta tubuh Yesus kepada Pilatus dan menguburkannya dengan hormat. Ia tahu bahwa kasih yang tidak diwujudkan saat ini, bisa jadi tak akan sempat diberikan nanti.

 

Renungan ini mengajak kita merenungkan dua hal besar: pertama, keteguhan iman dalam kesetiaan, bahkan ketika kondisi sangat gelap; dan kedua, kasih yang tidak ditunda-tunda, yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Dalam hidup ini, kita sering kali menunda untuk mengasihi, menunda untuk menunjukkan perhatian, menunda untuk memberi waktu atau menolong sesama. Tapi dari kisah Yusuf, kita belajar bahwa kasih sejati tidak menunggu momen sempurna—kasih bergerak sekarang juga.

 

Menjadi orang Kristen bukan hanya soal apa yang kita imani, tetapi bagaimana kita setia dan kasih dalam tindakan nyata. Kesetiaan perempuan-perempuan itu dan keberanian Yusuf adalah teladan bagi kita: bahwa kasih dan iman bukan untuk disimpan diam-diam, tetapi ditunjukkan, terutama saat dunia sedang gelap dan penuh ketakutan.

 

Apakah kita sudah cukup berani menunjukkan kasih itu hari ini? Ataukah kita masih menundanya karena alasan sibuk, takut, atau ragu? Hari ini adalah kesempatan terbaik untuk bertindak. Kasih yang tidak dilakukan hari ini bisa jadi kehilangan maknanya besok.


Doa :

Tuhan, ajarilah kami untuk setia seperti perempuan-perempuan yang mengikuti-Mu sampai akhir. Berilah kami keberanian seperti Yusuf dari Arimatea, yang tidak menunda untuk bertindak dalam kasih. Teguhkan iman kami, agar kami hidup bukan hanya percaya, tapi juga melangkah dalam kasih nyata. Amin.

12 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026