28 Maret 2024
SIMBOL DAN MAKNANYA
Kalender Gerejawi adalah siklus masa perayaan setahun yang di dalamnya jemaat menjalankan ibadah. Bagi gereja, siklus masa setahun berpedoman pada hidup dan karya Yesus Kristus, yang berawal dan berakhir dengan berita tentang Yesus Kristus sendiri. Siklus masa dalam kalender gerejawi tidak hanya berbentuk lingkaran, di mana setiap peristiwa Yesus Kristus yang dirayakan terus berulang dari tahun ke tahun. Tetapi juga berbentuk spiral, di mana setiap peristiwa Yesus Kristus yang dirayakan mengatami peningkatan makna dan penghayatan dari tahun ke tahun, sehingga jemaat terus bertumbuh ke arah Yesus Kristus.
Ada dua siklus masa perayaan dalam Kalender Gerejawi, yaitu siklus Natal dan siklus Paskah. Kedua siklus tersebut diawali dengan suatu masa persiapan. Siklus masa Natal meliputi Adven (kedatangan) yang merupakan masa persiapan dan sekaligus awal tahun Gerejawi; Natal (kelahiran) dan Epifani (penampakkan Yesus di muka umum). Siklus masa Paskah meliputi Prapaskah (Pelayanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem) yang merupakan masa persiapan, Jumat Agung (kematian), Paskah (kebangkitan), kenaikan Yesus ke surga, Pentakosta (keturunan Roh Kudus), Trinitas dan Hari Minggu Biasa atau lebih dikenal Hari Minggu sesudah Pentakosta.
Siklus masa perayaan tersebut merupakan momentum guna mengarahkan dan membina jemaat untuk beribadah dan menghayati hidup serta karya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Kepala Gereja. Penghayatan itu selanjutnya ditunjang oleh bacaan Alkitab yang disusun secara Lectio Selecta (ayat-ayat yang dipilih berdasarkan arahan tema tahunan) dan didukung oleh simbol-simbol ibadah.
SIKLUS MASA NATAL
ADVEN (Lat. Adventus) artinya 'kedatangan.' lstilah ini lulu kaia dipakai umum dalam lmperium Romawi untuk kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa. Adven jugs terkait dengan masa penantian Mesias oleh umat Israel dalam Perjanjian Lama. Berdasarkan latarbelakang itu maka pars pengikut Kristus memberi makna baru bagi 'advens yakni untuk menyatakan kedatangan Tuhan Yesus Bagi mereka bukan kaisar, melainkan Yesus sebagai Raja dan Tuhan yang datang. Bahwa Mesias yang dinantikan oleh umat Israel sesungguhnya telah datang dalam did Yesus Kristus. Dia sudah datang dan akan datang.
Jelas, bahwa Minggu-minggu Adven merupakan masa persiapan bagi orang Kristen untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus. Kedatangan-Nya itu dipahami adalah pertama kali dalam bentuk bayi Yesus yang lahir di kandang Betlehem, yang dirayakan pada Hari Natal. Perayaan ini terus mengarahkan jemaat untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya kembali, yaitu pada akhir zaman.
Adven dirayakan selama 4 (empat) Minggu sebelum Natal yang ditandai dengan penyalaan Blip Adven (lilin Adven I warna ungu tua; II warna ungu muda; Ill warna merah tua; IV warna merah muda. Perayaan Natal dimulai pada malam Natal tanggal 24 Desember, ditandai dengan penyalaan Lilin Natal berwarna putih, yang terus dinyalakan pada perayaan Natal pertama tanggal 25 Desember, Natal kedua tanggal 26 dan pada Hari Minggu sesudah Natal sebelum Hari Epifani. Simbol Minggu Adven, seperti terda pat pada kain mimbar dan stola GPIB adalah Salib - Jangkar warna kuning gading di atas kain Warna Ungu muda

Arti: Simbol Salib - Jangkar dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di katakombe-katakombe. Simbol ini sebenarnya merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun di kemudian hari menjadi simbol universal yang menunjuk pada penantian yang penuh pengharapan. Pengharapan adalah sauh (jangkar) yang kuat bagi jiwa kita.
Dengan pengharapan dan iman, orang percaya tetap menanti kedatangan Yesus Kristus. Sebab Dia akan datang untuk membebaskan orang percaya dari segala penderitaan yang mereka alami.
Simbol ini berganti pada tanggal 24 Desember Jam 18.00
NATAL Kata Portugis 'Natal' dari bahasa Latin Natalis (Dies Natalis) yang berarti Hari Lahir. Masyarakat dalam Imperium Romawi dahulu menggunakan istilah ini untuk kelahiran dewa Sang Surya; dies natalis invicti yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Pengertiannya dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai dewa seperti matahari. Demi kehormatannya sendiri sebagai Thhans maka pada abad ke-3, kaisar Roma menetapkan perayaan hari kelahirannya pada 25 Desember.
Di kemudian hari, ketika seluruh imperium Romawi di-Kristen-kan maka tanggal tersebut diambil alih dan diisi dengan makna baru, yaitu sebagai Dies Natalis Yesus Kristus. Dalam hal ini Yesus dipahami sebagai Matahari Kebenaran, Terang dunia yang sebenarnya, Raja Alam semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya. Karena itu, setiap tanggal 25 Desember selalu dirayakan sebagai Hari Kelahiran Yesus Kristus.
Kapan Yesus lahir? Tidak ada yang tahu secara pasti. Ada yang melakukan perhitungan tanggal kelahiran Yesus bertitik tolak dari Lukas 1:26. Jikalau Tahun Baru Yahudi (awal bulan Tisyri) jatuh pada sekitar awal Oktober, maka bulan keenam jatuh sekitar bulan Maret. Apabila malaikat Gabriel datang kepada Maria pada akhir bulan keenam itu, maka akhir Desember (menurut kalender kita) adalah sembilan bulan sesudahnya. Ini sejalan dengan kalender Yahudi, bahwa bulan keenam dapat dihitung dari Paskah, sehingga sembilan bulan sesudahnya adalah bulan Desember-Januari. Artinya, kelahiran Yesus terjadi pada musim papas dan kandang di Betlehem sedang kosong karena domba-domba bisa bermalam di alam terbuka. Bertitik tolak dari Injil Matius (Mat 2), bahwa kelahiran Yesus terjadi sebelum Herodes Agung meninggal maka itu berarti Yesus lahir pada abad ke-4 Sebelum Masehi.
Terkait ketidakpastian tanggal kelahiran Yesus seperti tersebut di atas maka gereja mula-mula menyepakati suatu tentang waktu untuk kelahiran Yesus Kristus, yaitu antara 25 Desember - 6 Januari.
SUB OKTAF NATAL adalah sebutan untuk Hari Minggu diantara 25 Desember dan 1 Januari. Sering disebut Minggu I sesudah Hari Natal yang jatuh pada suatu Tanggal sebelum "Oktaf Natal" Sub Oktaf berarti' di bawah oktaf.
OKTAF NATAL adalah Hari ke-8 sesudah 25 Desember, yaitu tepat pada tanggal 1 Januari. Tanggal ini penting, bukan saja karena menandai dimulainya Tahun Baru, tetapi menurut kesaksian Alkitab bahwa hari itu merupakan tanggal pemberian nama "Yesus" bagi bayi Yusuf dan Maria Ketika la disunat satu minggu sesudah Ia lahir (Luk. 2:21). Karena itu, kita beribadah pada ma'am akhir Tahun Lama dan permulaan Tahun Baru karena kita memahami bahwa Yesus Kristus yang telah lahir sebagai Matahari Kebenaran dan Terang Dunia akan menyertai kita mengakhiri tahun yang lama dan akan menuntun kita memasuki tahun bare. Dengan demikian, kita, akan berjalan dengan aman dan sejahtera sepanjang tahun karena di dalam Nama 'Yesus' (Penyelamat), kita akan diselamatkan.
Arti: Pelangi merupakan symbol dari kesetian dan cinta kasih Allah bagi isi dunia. Setelah peristiwa air bah yang menghancurkan bumi karena dosa manusia (Kej. 9) maka Tuhan Allah menghadirkan Pelangi sebagai tanda perjanjian-Nya dengan Nuh dan keturunannya (seluruh umat manusia) serta semua makhluk hidup Iainya. Allah telah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan bumi ini lagi dengan air bah. Jadi, pelangi mengingatkan kita tentang kesungguhan Tuhan. Allah untuk memenuhi dan menggenapi janji-Janji-Nya. Dan hal itu, telah dipenuhi dan digenapi di dalam Yesus Kristus yang lahir sebagai seorang bayi dan terbungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.
Jadi, pelangi dan palungan mau menjelaskan bahwa Tuhan Allah, dalam kasih-Nya yang tiada tara telah menjelma menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya siapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3: 16). Pelangi dan palungan juga mau menjelaskan tentang penebusan dan pembebasan yang dilakukan Allah karena kesetiaan pada janji-Nya dengan rela merendahkan did dengan cara lahir di tempat rendah dan hina. Pembebasan dan penebusan Allah di dalam Yesus Kristus tersebut diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi juga kepada semua orang, dan bahkan seluruh ciptaan.
Simbol Natal berganti pada Tanggal 5 Januari, Jam 18.00.
EPIFANI (Yun. Epifanea = penampakan). lstilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater (tempat tontonan besar untuk rakyat).
Jemaat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yesus Kristus yang tersalib sebagai Tuhan. lstilah 'Epifani' tetap mereka gunakan untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama Yesus. Makanya, Epifani lebih terkait dengan perisitiwa-peristiwa sbb.: penampakan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi Yesus yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah, tampilnya Yesus di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapan-Nya sebagai Anak Allah (dengan suara dari atas : 'Inilah Anak-Ku').
Hari Epifani dirayakan pada 6 Januari; sedangkan Hari Minggu Epifani dimulai pada Hari Minggu terdekat setelah tanggal 6 Januari. Hari Minggu terakhir Epifani adalah Hari Minggu transfigurasi (perubahan wujud Yesus) disebut juga Esto Mihi = 'Jadilah bagiku' (Mzm. 31:3b). Menurut Cerita Injil, Hari Minggu Transfigurasi merupakan titik peralihan dari Galilea menuju Yerusalem. Artinya, Yesus mulai meninggalkan Galilea untuk melakukan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Pada peristiwa pemuliaan Yesus di atas gunung dan penetapan kembali sebagai Anak yang dikasihi dan dikenan oleh Allah (Lukas 9:31) dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang 'tujuan kepergian-Nya' (Yun. ekshodos atau exodus-Nya) ke Yerusalem, yakni agar Paskah digenapi oleh-Nya.
Simbol Hari dan Minggu Epifani adalah Bintang bersegi lima (wama putih) di dalam Lingkaran (wama kuning) di atas kain warna hijau.

Arti: Bintang bersegi lima ini lebih dikenal sebagai bintang Yakub, atau menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bil. 24:17). Di kemudian hari dimanifestasikan melalui kelahiran Yesus Kristus, yang juga ditandai dengan munculnyalterbitnya bintang di Timur (Mat. 2:1-2). Bintang ini pula yang menunjuk pada penampakan kemuliaan Yesus Kristus bagi umat manusia.
Simbol Epifani berganti pada Hari Selasa, Jam 18.00 memasuki Hari Rabu awal Prapaskah.
SIKLUS MASA PASKAH
Paskah (Portugis: Pasco) yang dikembangkan dari bahasa Latin dan Yunani berasal dari kata Ibrani Pesakh, yang berarti 'lewat'. Yang lewat adalah malaikat maut, yang dilewati adalah maut sendiri (simbolnya ialah penyeberangan Laut Teberau dan Sungai Yordan). Kata Ibrani Pesakh, dalam bahasa Yunani menjadi Paskha (huruf terakhir 'kh' pindah ke tengah).
Menurut Kaidah Bahasa Indonesia, kata "paskah" mestinya tidak menggunakan huruf "h" di belakang. Namun, dalam laras bahasa teologi, tetap ditulis dengan menggunakan huruf "h" di belakang (Paskah).
Paskah Kristus (lewat kematian) adalah konsekuensi pengertian Paskah dari Kitab-kitab Perjanjian Lama (bnd. Luk.24:44-45). Paskah adalah dasar eksistensi Gereja dan seyogianya dirayakan Iebih intensif dan meriah daripada Hari Natal.
PRAPASKAH adalah masa persiapan sebelum paskah. Prapaskah adalah masa di mana jemaat mengenang dan menghayati kembali seluruh perjalanan pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi samba' di Yerusalem. Oleh karena itu masa ini adalah merupakan kesempatan untuk jemaat berpuasa, meratap: sadar diri, menyesal dan bertobat.
Ada yang memulainya pada hari ke-70 sebelum Paskah Septuagesima (berarti 'yang ke-70'), melambangkan ke-70 bangsa di dunia atau ke-70 tahun masa pembuangan di negeri Babel (2 Taw.36:21; Yer.25:11,12). Ada juga yang memulainya pada hari ke-60 sebelum Paskah; Sexagesima (berarti 'yang ke-60'). Ada juga yang memulainya pada hari ke-50 sebelum Paskah; Quinquagesima (berarti 'yang ke-50'), sama seperti Pentakosta (Hari ke-50), sehingga seluruh Paskah menjadi '100 Hari.
Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan terakhir Yesus yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa prapaskah selama 40 hari atau 6 (Enam) Minggu. Bahasa latinnya adalah Quadragesima (berarti 'yang ke-40'); hari ke-40 sebelum Paskah, yang dikenal dengan Hari Rabu Abu (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).
RABU ABU adalah awal masa 40 hari atau masa 6 Minggu Prapaskah. Abu yang secara simbolik ditaruh di atas kepala atau dijadikan alas tempat tidur menunjukkan perendahan diri, introspeksi, perkabungan, pertobatan, pendekatan diri kepada Tuhan: sebagai peringatan bahwa manusia tidaklah lebih daripada debu di hadapan Allah (Kej. 18:27; 2 Sam. 13:19; Est.4:1,3; Ayb, 2:8;42:6 Yes.58:5, Yeh. 27:30: Dan 9:3; Yun.3:6).
Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka temyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak terhitung karena Hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Enam Hari Minggu tersebut bagaikan enam oasis di padang gurun yang menjadi tempat untuk melepas lelah dan penyegaran untuk terus menjalani gurun kehidupan. Jemaat yang beribadah pada 6 Hari Minggu dalam masa prapaskah akan memperoleh kekuatan sehingga tetap tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.
Minggu Prapaskah dihitung mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I.
- Hari Minggu VI Prapaskah (Latin invocabit) artinya 'Bila ia berseru' Mzm, 91:15),
- Hari Minggu V Prapaskah (Latin Reminiscere) artinya 'Ingatlah' (Mzm 25:6),
- Hari Minggu IV Prapaskah (Latin OcuIi) artinya "Mata (ku) (Mzm.25:15).
- Hari Minggu III Prapaskah (Latin Laetare) artinya 'Bersukacitalah' Yes, 66:10; bd Mazmur 122).
- Hari Minggu IIPraPaskah (Latin Judica) artinya 'Berilah Keadilan' Mzm.43:1).
- Hari Minggu I Prapaskah (Latin Palmarum) artinya 'Hari Palma' (bnd. Yoh. 12:13), terkait perjalanan Yesus Masuk ke Yerusalem. Hari Minggu ini juga disebut Hari Minggu Passio (Minggu Sengsara).
Simbol Minggu Prapaskah adalah gambar Ikan warna putih dengan tulisan IXHTUS warna emas di atas kain warna ungu tua; dibawah gambar tertulis ' Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat' dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HU1OS, SOTERIA

Arti: Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiaayaan yang hebat, orang-orang percaya tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan masing-masing agar Iebih dapat dikenal saat bertemu.
Simbol Prapaskah berganti pada Hari Kamis, Jam 18.00, jelang Jumat Agung
TRIHARI PASKAH adalah Jumat Agung (termasuk malam sebelumnya, yaitu Hari Kamis malam), Sabtu Teduh dan Minggu Paskah. Perjalanan melalui maut memasuki hidup sejalan dengan perjalanan umat Israel melalui Laut Merah (Teberau) dan Sungai Yordan menuju ke Hidup di Tanah Perjanjian,
JUMAT AGUNG adalah peringatan kematian Yesus di salib di Golgota. Bahwa Yesus rela mengorbankan tubuh dan darah-Nya untuk menebus dan menyelamatkan manusia dan seisi dunia. Yesus mati sebagai seorang martir yang dibunuh dan sekaligus sebagai Saksi yang setia (Why. 1:5; 3:14)
Simbol dari Hari Jumat Agung adalah Salib (wama putih) dan mahkota dun (wama kuning) di atas wama dasar hitam.

Arti: Salib merupakan lambang yang sudah sangat dikenal untuk menunjuk pada penderitaan dan kematian Yesus. Salib juga menjadi tanda yang sering dipakai untuk menunjuk pada Kekristenan. Salib dan mahkota dud yang merupakan lambang penderitaan dan kematian Yesus, hendak menjelaskan tentang kejamnya perlakuan yang telah Tuhan Yesus terima karena dosa manusia sampai pada kematian'Nya. Tetapi tidak hanya sampai di situ salib juga sekaligus menunjuk pada kemuliaan yang akan is terima setelah penderitaan-Nya.
SABTU - TEDUH adalah saat untuk hening, meneduhkan hati dan pikiran sambil mengenang bahwa tubuh Tuhan Yesus sedang di dalam kubur.
Simbol Jumat Agung berganfi pada Hari Sabtu, Jam 18.00 Jelang Hari Paskah.
PASKAH. Sama seperti Jumat Agung dimulai pada malam sebelumnya (Kamis malam), maka begitu juga Hari Paskah, dimulai pada malam sebelumnya (Sabtu malam) (bnd. Kej.1 :5,8,13 dst). Ada Gereja yang merayakannya semalam suntuk, antara lain dengan membaca bagian-bagian Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sehubungan paskah serta pelayanan Baptisan Kudus (menjelang subuh).
Paskah adalah Hari Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang ditandai dengan kubur kosong. Paskah jatuh pada Hari Pertama (Arab 'Akhadtlbr.Ekhad): Kej. 1:5; Mat.28:1; Mrk.16:2; Luk 24:1; Yoh.20:1). Hari Pertama adalah Hari Minggu. Kata Minggu' berasal dari bahasa Portugis Dominggu(s) dan Latin Dominus. yang berarti "Tu(h)an. Karena itu Hari Minggu adalah Hari Tuhan (Why. 1:10).
Paskah adalah hari raya utama dalam Kekristenan karena merupakan titik tolak iman orang percaya (I Kor 15:14). Karena itu maka Han Paskah hendaknya dirayakan sebagai hari peringatan Gereja yang paling meriah dan harus dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita.
- Minggu Paskah dirayakan selama 6 Minggu terkait masa penampakkan Tuhan Yesus kepada para murid, yaitu selama 40 hari.
- Hari Minggu II Paskah (Lat. Quasimodo Geniti = Sarna seperti bayi-bayi yang baru lahir (1 Ptr.2:2).
- Hari Minggu III Paskah (Lat. Misercordias Domini = 'Kasih Setia Tuhan' (Mzm.89:2), dalam kombinasi dengan Mzm.33:5). Hari Minggu ini juga sering disebut Pastor Bonus (Gembala Yang Baik).
- Hari Minggu IV Paskah (Lat. Jubilate = 'Bersorak-sorailah' (Mzm.66:1).
- Hari Minggu V Paskah (Lat. Cantata = 'Nyanyikanlah' (Mzm.98:1).
- Hari Minggu VI Paskah (Lat. Rogate = 'Mintalah', sehubungan dengan Doa untuk tumbuh-tumbuhan pertanian (cukup relevant), juga sehubungan dengan 'panen rohani' yang ditandai oleh perayaan Pentakosta nanti.
Simbol untuk Minggu Paskah adalah bunga lily dengan warna dasar putih.
Arti: Bunga lily merupakan simbof dari hari Paskah dan kekekalan. Umbi-umbian dari bunga lily haruslah ditanam dan mati dahulu di dalam tanah, baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru. Melalui Paskah orang percaya telah menerima kehidupan baru yang diberikan lewat kematian dan penderitaan Kristus (bnd. Yoh 12; 34), dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal.
Simbol Paskah berganti pada Hari Rabu Jam 18.00 jelang Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga.
HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS
Kenaikan Yesus Kristus ke surga selalu terjadi pada hari Kamis, hari ke-40. Peristiwa ini hendak menjelaskan bahwa Yesus Kristus kembali naik takhta kemuliaan-Nya yang telah ditinggalkan ketika diutus ke dunia. Karena itu, Yesus Kristus diakui sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan (I Tim 6:15).
Pesta ini dirayakan selama sepuluh hari dengan kemeriahan dan kegembiraan oleh semua orang percaya untuk memuliakan Yesus, Tuhan dan Raja yang telah bertakhta di sorga.
Hari Minggu sesudah Hari Kenaikan (Lat. Exaudi = "Dengarlah' (Mzm.27:7,10), Menjelaskan tentang seruan agar Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Ayat 10 'Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku', dapat dihubungkan dengan sabda Yesus dalam Yoh.14:18), Aku tidak akan meninggalkan karnu sebagai yatim piatu'. Bahwa Tuhan Yesus Kristus yang telah dimuliakan di sorga tidak akan meninggalkan kita; la akan selalu hadir dan menolong kita. Karena itu, Hari Minggu sesudah kenaikan tidak disebut Han Minggu VII Paskah tetapi disebut Hari Minggu Pemuliaan Yesus Kristus. Jelas, bahwa Pemuliaan Yesus Kristus terjadi sebelum Ia menderita dan sesudah la bangkit dari kematian.
Simbol Hari Kenaikan dan Hari Minggu Pemuliaan adalah Mahkota (kuning mas) dan Salib (kuning gading) dengan warna dasar putih.
Arti: Kemuliaan yang Yesus Kristus terima dengan kenaikan-Nya ke surga membuat mahkota duri yang diletakkan di kepala-Nya ketika Ia menderita dan mati di salib berubah menjadi mahkota kemuliaan. Jadi, penderitaan maupun kematian yang dialarni para pengikut Kristus di dunia bukanlah tanpa maksud karena semuanya adalah untuk menerima mahkota kemuliaan. Barang siapa yang percaya kepada-Nya dan setia sampai mati, iapun akan mendapatkan mahkota kehidupan (bnd. Filp 2:19.11; Wahyu 2:10).
Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, jelang Hari Pentakosta
PENTAKOSTA (Yun. Pentakosta berarti 'yang ke-50'), yakni hari ke-50 sesudah Hari Paskah. Hari ke-50 sesuai Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta panen raya dan pesta kemerdekaan. Tidak kebetulan bahwa pada Hari ke-50 Yerusalem dipenuhi oleh orang-orang. Pada Hari Pentakosta, Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus ketika la naik takhta di surga, turun ke atas para murid. Artinya, mereka semua dibaptis dalam Roh Kudus, sehingga mereka mendapat kekuatan dan keberanian untuk bersaksi (Kis. 2:14, 22-24, 32-33, 36).
Dengan demikian, Roh Kudus adalah panen pertama bagi orang percaya sesudah Yesus Kristus bangkit dan naik takhta di surga. Dan juga orang-orang yang menjadi percaya oleh pemberitaan para rasul dengan kuasa Rah Kudus (Kis. 2:37-42) adalah juga panen pertama. Makanya Hari Pentakosta diperingati juga sebagai hari kelahiran Gereja, di mana melalui kuasa Roh Kudus, Gereja dilengkapi untuk melaksanakan tugas pengutusannya kepada bangsa-bangsa.
Simbol Hari Pentakosta adalah lidah-lidah api (pinggirnya kuning) dan burung merpati (wama perak) dengan wama dasar merah; warna keberanian untuk memberi kesaksian (martyria).
Arti: Lidah-lidah api dan burung Merpati yang menukik menunjuk pada peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah Rasul 2:2-3). Tujuh lidah api merupakan simbol ke tujuh suluh api, yaitu ketujuh roh Allah (Why. 4:5) membentuk lingkaran yang menghadirkan kekekalan, keabadian.
Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, malam jelang Hari Minggu Trinitas.
TRINITAS (Lat. Trinitatis = Trinitas). Perayaan Hari Minggu trinitas baru ditetapkan pada abad ke-14. Dirayakan pada Hari Minggu I sesudah Hari 'Pentakosta' untuk menyaksikan bahwa seluruh karya dan tindakan Allah Yang Esa atau Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus) telah dinyatakan untuk dialami oleh semua orang percaya. Di sini pernyataan Allah dan kekudusan keesaan-Nya menjadi pusat penyembahan jemaat.
Simbol Hari Minggu Trinitas adalah Segitiga (Triquetra) dengan warna dasar Putih, yang merupakan simbol mula-mula dari ketritunggalan.
Arti: Tiga buah lekukan yang tidak terputus, saling bersambung, menyatakan keesaan dan kekekalan dari Tritunggal. Pada pusat dari ketiga lekukan itu terbentuklah sebuah segitiga yang merupakan simbol dari Tritunggal.
Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, malam jelang Hari Minggu Il sesudah Pentakosta.
HARI MINGGU BIASA. Sesudah Hari Minggu Trinitas maka Gereja dan orang-orang percaya merayakan Hari Minggu Biasa atau lebih dikenal sebagai Hari Minggu-Hari Minggu sesudah Pentakosta. Minggu-minggu sesudah Pentakosta ditandai dengan warna Hijau; warna pertumbuhan dan kesuburan bagi gereja. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang. Di dalamnya, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangannya.
Yesus Kristus, Kepala Gereja, melalui Roh Kudus, selalu beserta Gereja-Nya (Allah beserta kita). Inilah alasan kita beribadah pada Hari Minggu karena kita yakin bahwa Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang akan selalu menyeratai kita dalam setiap perjuangan dan menjadikan kita pemenang.
Arti: Perahu merupakan simbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat.
Pelangi melambangkan Kesetiaan Allah atas janji-Nya untuk memelihara bumi, khusus Gereja dan orang-orang percaya.
Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari Allah (bnd. Kej. 8:10.11) melalui Roh Kudus yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut di dalam Kristus melalui Roh Kudus.
Simbol ini beraganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, jelang Hari Minggu Adven I.
Pegang Erat Dan Percaya Sungguh-sungguh
Iman Yang Jujur, Yesus Yang Setia Menunggu
Ketika Badai Bicara: Damai Tuhan Di Tengah Guncangan
Kuat Dalam Penderitaan, Hidup Dalam Syukur
Sukacita Yang Tak Tergoncangkan
Kepemimpinan Yang Murni Di Hadapan Allah
Teladan Iman Yang Tumbuh Dalam Penderitaan
Hikmat Yang Menyelamatkan Dan Menghidupkan
Kehidupan Yang Berdiri Di Atas Kejujuran Dan Hikmat
Hati Yang Memancarkan Kemuliaan Allah
Hidup Yang Diangkat Oleh Hikmat
Hikmat Yang Mendidik Dan Menyelamatkan
Hikmat Yang Menjaga Jalan Hidup
Hidup Dalam Bisikan Hikmat
Terus Melangkah Dalam Pengenalan Akan Kristus
Hidup Yang Berharga Hanya Dalam Kristus
Menghargai Hidup Dan Pelayanan
Setia Dalam Tugas Yang Diberikan Tuhan
Hidup Yang Dipersembahkan, Sukacita Yang Dinyatakan
Hidup Karena Dia, Bekerja Dengan Hati Yang Bersyukur
Hidup Dalam Kerendahan Hati, Hidup Dalam Kemuliaan Kristus
Pemimpin Yang Disiapkan, Hidup Yang Dipertanggungjawabkan
Terpilih Oleh Kasih, Disertai Oleh Kedekatan-nya
Setia Sampai Akhir, Meskipun Terlihat Biasa
Nyanyian Iman Yang Membebaskan
Ketika Tuhan Memanggil Perempuan Untuk Bangkit
Tuhan Memakai Yang Terbatas Untuk Karya-nya Yang Tak Terbatas
Ketika Tuhan Membangkitkan Penolong
Iman Yang Bertahan, Janji Yang Tak Pernah Gagal
Diangkat Oleh Kasih, Ditegakkan Oleh Iman
Berdiri Kokoh Di Atas Firman
Tegak Di Atas Kebenaran Tuhan
Ketulusan Iman Yang Mengubah Hidup
Iman Yang Terlihat Dalam Hidup Sehari-hari
Berhentilah Mengukur Orang, Biar Tuhan Yang Mengukur
Kemuliaan Tuhan Dalam Hidup Yang Menabur Kebaikan
Bersyukur Dan Menyebarkan Karya Tuhan
Bersyukur Atas Pembalikan Tuhan
Kemenangan Yang Lahir Dari Kebenaran
Doa Di Tengah Kenyataan Pahit
Hati Yang Teguh, Telinga Yang Bijak
Prinsip Yang Membebaskan
Iman Yang Bernyawa Melalui Perbuatan
Kasih Tanpa Pembedaan Adalah Jalan Kemerdekaan
Melayani Dengan Hati, Bukan Kepentingan
Berani Berdiam Dalam Kebenaran, Meskipun Dipandang Rendah
Yesus Lebih Besar Dari Aturan Dan Penilaian Manusia
Hidup Kita Adalah Panggung Kemuliaan Tuhan
Keadilan Yang Memulihkan, Bukan Menghancurkan
Pembela Yang Adil, Penghibur Yang Tidak Berkompromi
Bahagia Adalah Berpaut Pada Yang Setia
Tidak Ada Yang Tersembunyi Dari Hakim Yang Adil
Takut Akan Tuhan: Kunci Kehidupan Yang Berdamai Dan Berdampak
Dipeluk Oleh Pengampunan, Diselamatkan Oleh Kasih-nya
Pemimpin Yang Memuliakan Tuhan Dan Menjadi Berkat
Ketika Pemerintah Didoakan Dan Keadilan Diharapkan
Pulanglah, Kasih-nya Telah Menunggu
Kasih-nya Tak Terbatas, Masa Depanmu Tak Terhenti
Masuklah Dengan Hati Yang Mudah Percaya
Hati Yang Jatuh Lebih Cepat Diangkat
Ketuk Terus, Sampai Pintu Dibuka
Mengingat Untuk Bertahan
Setia Itu Pilihan, Lupa Itu Peringatan
Langkah Yang Tidak Terhentikan
Kekuatan Yang Tidak Habis
Takhta-nya Tak Terguncang
Dia Tak Terbandingkan
Kasih Yang Tidak Lapuk Oleh Waktu
Diterima Untuk Menghasilkan Yang Sejati
Istirahat Yang Memulihkan, Bukan Membatasi
Terlihat Sepi, Namun Sedang Dipakai Tuhan
Syukur Yang Hidup, Tangan Yang Mengulurkan
Jangan Semua Yang Berseru ‘tuhan’ Adalah Milik Tuhan
Dipanggil, Diutus, Dan Dimampukan Oleh Roh-nya
Kebenaran Tak Perlu Dibela, Tuhan Yang Membelanya
Diutus Untuk Mengampuni
Kemurahan Hati Yang Menghalangi Malapetaka
Hati Yang Lembut Di Tengah Mulut Yang Tajam
Hati Yang Murni Dalam Pelayanan
Memilih Yang Benar, Memercayai Pilihan Tuhan
Menjadi Berkat Melalui Tindakan Yang Tulus
Kasih Yang Tulus Dan Roh Yang Menyala-nyala
Kebaikan Yang Melahirkan Keteguhan Dan Hikmat
Kebaikan Yang Membuka Pintu Surga
Tanda Sudah Diberikan, Saatnya Bergerak
Kesiapan Hati Menerima Api, Bukan Popularitas
Kesungguhan Hati Yang Tidak Bergantung Keadaan
Berhentilah Menjadi Tuhan Bagi Alam
Diberi Untuk Menjaga, Bukan Untuk Merusak
Ketika Bumi Berbicara Dan Manusia Tak Mendengar
Kebahagiaan Ciptaan Dan Pemeliharaan Tuhan
Kebesaran Tuhan Terlihat Dalam Ciptaan-nya
Integritas Dan Akibatnya
Taat Dalam Sunyi, Menang Dalam Pujian
Batu-batu Pengingat: Jejak Setia Tuhan
Melangkah Dalam Rancangan-nya
Iman Yang Mengubah Hidup
Taat Pada Tuhan, Teguh Dalam Penyerahan
Hidup Sebagai Anak Perjanjian, Bebas Dalam Iman
Hidup Dalam Kasih Dan Motivasi Yang Murni
Hidup Dalam Iman, Melihat Dengan Hikmat Rohani
Hidup Oleh Anugerah, Hidup Untuk Kristus
Iman Yang Tumbuh Dalam Janji Kekal
Hidup Dalam Kuasa Kebangkitan Kristus
Hidup Dalam Tujuan Dan Anugerah Kasih Allah
Iman Yang Tumbuh Dari Keraguan
Terang Yang Mengubah & Membimbing
Hidup Baru Dalam Terang Kebangkitan
Kasih Yang Setia Dan Tak Tertunda
Menderita Bersama Sang Anak Allah
Ketika Kebenaran Ditinggalkan Demi Kenyamanan
Bertanya Sebelum Melangkah, Berani Hadapi Derita
Kehadiran Juruselamat Dan Pengabdian Sejati
Jalan Pendamaian Melalui Jalan Sengsara
Menderita Bagi Kristus: Pengorbanan Menuju Kemuliaan
Jalan Salib Menuju Kemuliaan Kekekalan
Janji Yang Digenapi, Iman Yang Diuji
Qanna: Allah Yang Cemburu, Allah Yang Memulihkan
Pujilah Tuhan, Sebab Ia Baik
Hidup Dalam Kepastian Tuhan
Menjaga Diri Dan Melindungi Kehidupan
Jadilah Hebat Di Dalam Rencana Tuhan
Kesetiaan Tuhan Dan Jalan-nya Yang Sempurna
Hidup Dalam Keadilan Tuhan
Kebesaran Tuhan Yang Layak Dipuji
Bertobat Dan Menikmati Aliran Berkat Tuhan
Tuhan, Gembala Yang Setia
Dimurnikan Untuk Mempersembahkan Yang Terbaik
Memuji Tuhan Dengan Sukacita
Hidup Dalam Keadilan Dan Kebenaran
Hidup Yang Berbuah Bagi Tuhan
Hidup Dalam Hikmat Ilahi
Alam Dan Manusia Memuji Tuhan, Sang Hakim Yang Adil
Memuji Tuhan Dengan Seluruh Hati
Hidup Yang Memuliakan Tuhan Dalam Keadilan-nya
Dari Kepahitan Menuju Kebaikan Tuhan
Melayani Seperti Yesus Yang Diutus Bapa
Teladan Yesus: Guru Yang Melayani
Yesus Dibaptis: Tanda Ketaatan Dan Kasih Allah
Ketika Kuasa Alam Menyerah, Harapanpun Pun Menyala
Kuasa Yesus: Melampaui Kefanaan Dunia & Mata Air Kekal
Yesus Adalah Air Hidup Yang Memenuhi Dahaga Kehdupan
Bersyukur Dan Puji Nama Tuhan - Pagi
Melayani Sepenuh Hati
Lestarikan Alam Dan Bukan Menghancurkannya - Pagi
Kebahagiaan Bersama Anak Cucu - Malam
Kesucian Hidup Yang Berdampak - Pagi
Penyembahan Yang Benar - Malam
Kemuliaan Allah Yang Harus Disaksikan - Pagi
Menolak Berlaku Angkuh - Malam
Doa Dan Persekutuan - Bagian 1
Doa Dan Persekutuan - Bagian 2
Bersukacitalah Di Dalam Tuhan
Positif Thinking
Tuhan Membuat Menjadi Baru
Tuhan Tidak Melenyapkan Israel Karena Nama-nya
Tidak Ada Yang Lain, Tidak Ada Ilah Lain Selain Aku
Keadilan Dan Kekuatan Hanya Ada Di Dalam Tuhan
Allah Yang Mendampingi Umat-nya Melewati Masa Sulit
Kebaikan Allah Atas Umat-nya, Israel
PENDETA
Pdt. Sandino
GPIB Ekklesia Dumai
2025 - Saat ini
Pdt. Kevin Eflyano Badilo
Kasih Karunia - Bagan Manunggal
2024 - Saat ini
Pdt. Ni Gusti Ketut Melliana Achriyanthi Arnawa
Sion - Sei Rokan
2024 - Saat ini
Pdt. Angelly Christisya Kantohe
Solafide - Selat Panjang
Marantha - Sei Pakning
2024 - Saat ini
Pdt. Ananda Kezia Sebayang
Immanuel - Tanjung Medang
2024 - Saat ini
Pdt. Claudya Ingrid Yosep - Sahertian
GPIB Ekklesia Dumai
2021 - 2025
Pdt. Maria Reinha Rosari Bea Niga Putri Tuan
Sion - Sei Rokan
Kasih Karunia - Bagan Manunggal
2019 - 2024
Pdt. Vika Manuella Ferdinandus
Solafide - Selat Panjang
Maranatha - Sei Pakning
2018 - 2023
Pdt. Surianti Tundu
Immanuel - Tanjung Medang
2017 - 2023
Pdt. Aldo Alva Tumilaar
GPIB Ekklesia Dumai
2016 - 2021
Pdt. Marny Ike Nayoan
Sion - Sei Rokan
2014 - 2019
Pdt. Sylvia Elviria Octaviani Wajong
Solafide - Selat Panjang
2013 - 2018
Pdt. Michael Leonard Gomora Taruklabi
Immanuel - Tanjung Medang
2013 - 2017
Pdt. Paskaina Risteruw Suripatty
GPIB Ekklesia Dumai
2012 - 2016
Pdt. Norlina Leluni
Sion - Sei Rokan
2009 - 2010
Pdt. Zeth Yunus Laritmas
GPIB Ekklesia Dumai
2007 - 2012
Pdt. Retno Sumaredi
Maranatha - Sei Pakning
2007 - 2010
Pdt. Mintje Mulikale
Sion - Sei Rokan
2005 - 2009
Pdt. Melkisedek Eka Puimera
GPIB Ekklesia Dumai
2004 - 2007
Pdt. Marlis Hiena
Maranatha - Sei Pakning
2003 - 2007
Pdt. Ruben Stevanus R Djo
Sion - Sei Rokan
2001 - 2005
Pdt. Ekklesia Tumonggi
GPIB Ekklesia Dumai
1999 - 2004
Pdt. Linda – Hadi
Maranatha - Sei Pakning
1999 - 2003
Pdt. Sarah Hengkesah
Maranatha - Sei Pakning
1996 - 1999
Pdt. Victor Krisos Tomus Hutauruk
GPIB Ekklesia Dumai
1995 - 1999
Pdt. Agustian Mangatas Manalu
GPIB Ekklesia Dumai
1991 - 1995
Pdt. Jhon Dichens Sihite
GPIB Ekklesia Dumai
1987 - 1991
Pdt. Soeharto
GPIB Ekklesia Dumai
1983 - 1987
Pdt. Tjatam Harsono
GPIB Ekklesia Dumai
1980 - 1983