Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

KALENDER GEREJAWI

28 Maret 2024

SIMBOL DAN MAKNANYA

 

Kalender Gerejawi adalah siklus masa perayaan setahun yang di dalamnya jemaat menjalankan ibadah. Bagi gereja, siklus masa setahun berpedoman pada hidup dan karya Yesus Kristus, yang berawal dan berakhir dengan berita tentang Yesus Kristus sendiri. Siklus masa dalam kalender gerejawi tidak hanya berbentuk lingkaran, di mana setiap peristiwa Yesus Kristus yang dirayakan terus berulang dari tahun ke tahun. Tetapi juga berbentuk spiral, di mana setiap peristiwa Yesus Kristus yang dirayakan mengatami peningkatan makna dan penghayatan dari tahun ke tahun, sehingga jemaat terus bertumbuh ke arah Yesus Kristus.

Ada dua siklus masa perayaan dalam Kalender Gerejawi, yaitu siklus Natal dan siklus Paskah. Kedua siklus tersebut diawali dengan suatu masa persiapan. Siklus masa Natal meliputi Adven (kedatangan) yang merupakan masa persiapan dan sekaligus awal tahun Gerejawi; Natal (kelahiran) dan Epifani (penampakkan Yesus di muka umum). Siklus masa Paskah meliputi Prapaskah (Pelayanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem) yang merupakan masa persiapan, Jumat Agung (kematian), Paskah (kebangkitan), kenaikan Yesus ke surga, Pentakosta (keturunan Roh Kudus), Trinitas dan Hari Minggu Biasa atau lebih dikenal Hari Minggu sesudah Pentakosta.

Siklus masa perayaan tersebut merupakan momentum guna mengarahkan dan membina jemaat untuk beribadah dan menghayati hidup serta karya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Kepala Gereja. Penghayatan itu selanjutnya ditunjang oleh bacaan Alkitab yang disusun secara Lectio Selecta (ayat-ayat yang dipilih berdasarkan arahan tema tahunan) dan didukung oleh simbol-simbol ibadah.

 

SIKLUS MASA NATAL

ADVEN (Lat. Adventus) artinya 'kedatangan.' lstilah ini lulu kaia dipakai umum dalam lmperium Romawi untuk kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa. Adven jugs terkait dengan masa penantian Mesias oleh umat Israel dalam Perjanjian Lama. Berdasarkan latarbelakang itu maka pars pengikut Kristus memberi makna baru bagi 'advens yakni untuk menyatakan kedatangan Tuhan Yesus Bagi mereka bukan kaisar, melainkan Yesus sebagai Raja dan Tuhan yang datang. Bahwa Mesias yang dinantikan oleh umat Israel sesungguhnya telah datang dalam did Yesus Kristus. Dia sudah datang dan akan datang.

Jelas, bahwa Minggu-minggu Adven merupakan masa persiapan bagi orang Kristen untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus. Kedatangan-Nya itu dipahami adalah pertama kali dalam bentuk bayi Yesus yang lahir di kandang Betlehem, yang dirayakan pada Hari Natal. Perayaan ini terus mengarahkan jemaat untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya kembali, yaitu pada akhir zaman.

Adven dirayakan selama 4 (empat) Minggu sebelum Natal yang ditandai dengan penyalaan Blip Adven (lilin Adven I warna ungu tua; II warna ungu muda; Ill warna merah tua; IV warna merah muda. Perayaan Natal dimulai pada malam Natal tanggal 24 Desember, ditandai dengan penyalaan Lilin Natal berwarna putih, yang terus dinyalakan pada perayaan Natal pertama tanggal 25 Desember, Natal kedua tanggal 26 dan pada Hari Minggu sesudah Natal sebelum Hari Epifani. Simbol Minggu Adven, seperti terda pat pada kain mimbar dan stola GPIB adalah Salib - Jangkar warna kuning gading di atas kain Warna Ungu muda

Arti: Simbol Salib - Jangkar dipergunakan oleh orang Kristen mula-mula yang tinggal di katakombe-katakombe. Simbol ini sebenarnya merupakan warisan dari bangsa Mesir kuno, namun di kemudian hari menjadi simbol universal yang menunjuk pada penantian yang penuh pengharapan. Pengharapan adalah sauh (jangkar) yang kuat bagi jiwa kita.

 

Dengan pengharapan dan iman, orang percaya tetap menanti kedatangan Yesus Kristus. Sebab Dia akan datang untuk membebaskan orang percaya dari segala penderitaan yang mereka alami.

Simbol ini berganti pada tanggal 24 Desember Jam 18.00

 

NATAL Kata Portugis 'Natal' dari bahasa Latin Natalis (Dies Natalis) yang berarti Hari Lahir. Masyarakat dalam Imperium Romawi dahulu menggunakan istilah ini untuk kelahiran dewa Sang Surya; dies natalis invicti yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Pengertiannya dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai dewa seperti matahari. Demi kehormatannya sendiri sebagai Thhans maka pada abad ke-3, kaisar Roma menetapkan perayaan hari kelahirannya pada 25 Desember.

Di kemudian hari, ketika seluruh imperium Romawi di-Kristen-kan maka tanggal tersebut diambil alih dan diisi dengan makna baru, yaitu sebagai Dies Natalis Yesus Kristus. Dalam hal ini Yesus dipahami sebagai Matahari Kebenaran, Terang dunia yang sebenarnya, Raja Alam semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya. Karena itu, setiap tanggal 25 Desember selalu dirayakan sebagai Hari Kelahiran Yesus Kristus.

Kapan Yesus lahir? Tidak ada yang tahu secara pasti. Ada yang melakukan perhitungan tanggal kelahiran Yesus bertitik tolak dari Lukas 1:26. Jikalau Tahun Baru Yahudi (awal bulan Tisyri) jatuh pada sekitar awal Oktober, maka bulan keenam jatuh sekitar bulan Maret. Apabila malaikat Gabriel datang kepada Maria pada akhir bulan keenam itu, maka akhir Desember (menurut kalender kita) adalah sembilan bulan sesudahnya. Ini sejalan dengan kalender Yahudi, bahwa bulan keenam dapat dihitung dari Paskah, sehingga sembilan bulan sesudahnya adalah bulan Desember-Januari. Artinya, kelahiran Yesus terjadi pada musim papas dan kandang di Betlehem sedang kosong karena domba-domba bisa bermalam di alam terbuka. Bertitik tolak dari Injil Matius (Mat 2), bahwa kelahiran Yesus terjadi sebelum Herodes Agung meninggal maka itu berarti Yesus lahir pada abad ke-4 Sebelum Masehi.

Terkait ketidakpastian tanggal kelahiran Yesus seperti tersebut di atas maka gereja mula-mula menyepakati suatu tentang waktu untuk kelahiran Yesus Kristus, yaitu antara 25 Desember - 6 Januari.

SUB OKTAF NATAL adalah sebutan untuk Hari Minggu diantara 25 Desember dan 1 Januari. Sering disebut Minggu I sesudah Hari Natal yang jatuh pada suatu Tanggal sebelum "Oktaf Natal" Sub Oktaf berarti' di bawah oktaf.

OKTAF NATAL adalah Hari ke-8 sesudah 25 Desember, yaitu tepat pada tanggal 1 Januari. Tanggal ini penting, bukan saja karena menandai dimulainya Tahun Baru, tetapi menurut kesaksian Alkitab bahwa hari itu merupakan tanggal pemberian nama "Yesus" bagi bayi Yusuf dan Maria Ketika la disunat satu minggu sesudah Ia lahir (Luk. 2:21). Karena itu, kita beribadah pada ma'am akhir Tahun Lama dan permulaan Tahun Baru karena kita memahami bahwa Yesus Kristus yang telah lahir sebagai Matahari Kebenaran dan Terang Dunia akan menyertai kita mengakhiri tahun yang lama dan akan menuntun kita memasuki tahun bare. Dengan demikian, kita, akan berjalan dengan aman dan sejahtera sepanjang tahun karena di dalam Nama 'Yesus' (Penyelamat), kita akan diselamatkan.

Arti: Pelangi merupakan symbol dari kesetian dan cinta kasih Allah bagi isi dunia. Setelah peristiwa air bah yang menghancurkan bumi karena dosa manusia (Kej. 9) maka Tuhan Allah menghadirkan Pelangi sebagai tanda perjanjian-Nya dengan Nuh dan keturunannya (seluruh umat manusia) serta semua makhluk hidup Iainya. Allah telah berjanji bahwa Ia tidak akan menghancurkan bumi ini lagi dengan air bah. Jadi, pelangi mengingatkan kita tentang kesungguhan Tuhan. Allah untuk memenuhi dan menggenapi janji-Janji-Nya. Dan hal itu, telah dipenuhi dan digenapi di dalam Yesus Kristus yang lahir sebagai seorang bayi dan terbungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.

Jadi, pelangi dan palungan mau menjelaskan bahwa Tuhan Allah, dalam kasih-Nya yang tiada tara telah menjelma menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya siapa yang percaya kepada-Nya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3: 16). Pelangi dan palungan juga mau menjelaskan tentang penebusan dan pembebasan yang dilakukan Allah karena kesetiaan pada janji-Nya dengan rela merendahkan did dengan cara lahir di tempat rendah dan hina. Pembebasan dan penebusan Allah di dalam Yesus Kristus tersebut diperuntukkan tidak saja bagi orang-orang pilihan, tetapi juga kepada semua orang, dan bahkan seluruh ciptaan.

Simbol Natal berganti pada Tanggal 5 Januari, Jam 18.00.

 

EPIFANI (Yun. Epifanea = penampakan). lstilah ini awalnya dipakai untuk penampakkan kaisar atau patungnya sebagai dewa pada puncak manifestasi di stadion atau amfiteater (tempat tontonan besar untuk rakyat).

Jemaat Kristen pertama tidak mengakui kaisar, melainkan Yesus Kristus yang tersalib sebagai Tuhan. lstilah 'Epifani' tetap mereka gunakan untuk peringatan Penampakan (penyataan atau tampil di muka umum) Sang Juruselamat yang bernama Yesus. Makanya, Epifani lebih terkait dengan perisitiwa-peristiwa sbb.: penampakan Bintang di Timur, penyembahan orang Majus, Bayi Yesus yang dibawa oleh orang tuanya ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah, tampilnya Yesus di sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes dan penetapan-Nya sebagai Anak Allah (dengan suara dari atas : 'Inilah Anak-Ku').

Hari Epifani dirayakan pada 6 Januari; sedangkan Hari Minggu Epifani dimulai pada Hari Minggu terdekat setelah tanggal 6 Januari. Hari Minggu terakhir Epifani adalah Hari Minggu transfigurasi (perubahan wujud Yesus) disebut juga Esto Mihi = 'Jadilah bagiku' (Mzm. 31:3b). Menurut Cerita Injil, Hari Minggu Transfigurasi merupakan titik peralihan dari Galilea menuju Yerusalem. Artinya, Yesus mulai meninggalkan Galilea untuk melakukan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Pada peristiwa pemuliaan Yesus di atas gunung dan penetapan kembali sebagai Anak yang dikasihi dan dikenan oleh Allah (Lukas 9:31) dikatakan bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Yesus tentang 'tujuan kepergian-Nya' (Yun. ekshodos atau exodus-Nya) ke Yerusalem, yakni agar Paskah digenapi oleh-Nya.

Simbol Hari dan Minggu Epifani adalah Bintang bersegi lima (wama putih) di dalam Lingkaran (wama kuning) di atas kain warna hijau.

Arti: Bintang bersegi lima ini lebih dikenal sebagai bintang Yakub, atau menunjuk pada terbitnya bintang dari keturunan Yakub (Bil. 24:17). Di kemudian hari dimanifestasikan melalui kelahiran Yesus Kristus, yang juga ditandai dengan munculnyalterbitnya bintang di Timur (Mat. 2:1-2). Bintang ini pula yang menunjuk pada penampakan kemuliaan Yesus Kristus bagi umat manusia.

Simbol Epifani berganti pada Hari Selasa, Jam 18.00 memasuki Hari Rabu awal Prapaskah.

 

SIKLUS MASA PASKAH

Paskah (Portugis: Pasco) yang dikembangkan dari bahasa Latin dan Yunani berasal dari kata Ibrani Pesakh, yang berarti 'lewat'. Yang lewat  adalah  malaikat  maut,  yang  dilewati  adalah  maut  sendiri (simbolnya ialah penyeberangan Laut Teberau dan Sungai Yordan). Kata  Ibrani  Pesakh,  dalam  bahasa  Yunani menjadi  Paskha (huruf terakhir 'kh' pindah ke tengah).

Menurut Kaidah Bahasa Indonesia, kata "paskah" mestinya  tidak menggunakan  huruf "h" di  belakang.  Namun, dalam laras bahasa teologi,  tetap  ditulis  dengan  menggunakan  huruf "h"  di  belakang (Paskah).

Paskah Kristus   (lewat kematian) adalah konsekuensi pengertian Paskah dari Kitab-kitab Perjanjian Lama (bnd. Luk.24:44-45). Paskah adalah dasar eksistensi Gereja dan seyogianya dirayakan Iebih intensif dan meriah daripada Hari Natal.

PRAPASKAH   adalah   masa   persiapan   sebelum   paskah. Prapaskah adalah masa di mana jemaat mengenang dan menghayati kembali seluruh perjalanan pelayanan Yesus yang penuh tantangan dan derita, yang dimulai dari Kaisarea Filipi samba' di Yerusalem. Oleh karena  itu  masa  ini  adalah  merupakan  kesempatan  untuk jemaat berpuasa, meratap: sadar diri, menyesal dan bertobat.

Ada   yang   memulainya   pada   hari   ke-70   sebelum   Paskah Septuagesima (berarti 'yang ke-70'), melambangkan ke-70 bangsa di dunia  atau  ke-70  tahun  masa  pembuangan  di  negeri  Babel (2 Taw.36:21; Yer.25:11,12). Ada juga yang memulainya pada hari ke-60 sebelum Paskah; Sexagesima (berarti 'yang ke-60'). Ada juga yang memulainya pada hari ke-50 sebelum Paskah; Quinquagesima (berarti 'yang ke-50'), sama  seperti Pentakosta (Hari ke-50), sehingga seluruh Paskah menjadi '100 Hari.

Mengacu pada kesaksian Alkitab tentang masa pergumulan dan pertobatan, baik yang dialami umat Israel di padang gurun; Musa di atas gunung; Elia dalam perjalanan ke Horeb; Pertobatan orang Niniwe setelah  mendengar  pemberitaan  Yunus,  dan  terakhir  Yesus  yang berpuasa di padang gurun maka GPIB memperingati masa prapaskah selama 40  hari  atau 6 (Enam)  Minggu.  Bahasa  latinnya  adalah Quadragesima (berarti 'yang ke-40'); hari ke-40 sebelum Paskah, yang dikenal dengan Hari Rabu Abu (hari Rabu sebelum Minggu Prapaskah VI).

RABU ABU adalah awal  masa 40 hari atau masa 6 Minggu Prapaskah. Abu  yang  secara simbolik ditaruh di atas kepala atau dijadikan alas tempat tidur menunjukkan perendahan diri, introspeksi, perkabungan,  pertobatan,  pendekatan  diri  kepada  Tuhan:  sebagai peringatan bahwa manusia tidaklah lebih daripada debu di hadapan Allah (Kej. 18:27; 2 Sam. 13:19; Est.4:1,3; Ayb, 2:8;42:6 Yes.58:5, Yeh. 27:30: Dan 9:3; Yun.3:6).

Jika dihitung menurut jumlah hari antara Rabu Abu dan Paskah, maka temyata jumlah itu bukan 40, melainkan 46. Dalam hal ini, 6 Hari Minggu tidak terhitung karena Hari Minggu tetap mengacu kepada Kebangkitan Kristus. Enam Hari Minggu tersebut bagaikan enam oasis di  padang  gurun  yang  menjadi  tempat  untuk  melepas  lelah  dan penyegaran  untuk  terus  menjalani  gurun  kehidupan.  Jemaat  yang beribadah   pada 6   Hari   Minggu   dalam   masa   prapaskah   akan memperoleh kekuatan sehingga tetap tabah melangkah menjalani masa 40 hari sampai memuncak pada Hari Paskah.

Minggu Prapaskah dihitung mulai dari Minggu Prapaskah VI dan seterusnya sampai Minggu Prapaskah I. Hal ini penting karena Jumat Agung atau peringatan Kematian Yesus Kristus terjadi dalam Minggu Prapaskah I.

  • Hari Minggu VI Prapaskah (Latin invocabit) artinya 'Bila ia berseru' Mzm, 91:15),
  • Hari Minggu V Prapaskah (Latin Reminiscere) artinya 'Ingatlah' (Mzm 25:6),
  • Hari Minggu IV Prapaskah (Latin OcuIi) artinya "Mata (ku) (Mzm.25:15).
  • Hari Minggu III Prapaskah (Latin  Laetare) artinya 'Bersukacitalah' Yes, 66:10; bd Mazmur 122).
  • Hari  Minggu  IIPraPaskah (Latin Judica) artinya 'Berilah Keadilan' Mzm.43:1).
  • Hari Minggu I Prapaskah (Latin Palmarum) artinya 'Hari Palma' (bnd. Yoh. 12:13), terkait perjalanan Yesus Masuk ke Yerusalem. Hari Minggu ini juga disebut Hari Minggu Passio (Minggu Sengsara).

Simbol  Minggu  Prapaskah  adalah  gambar   Ikan  warna  putih dengan tulisan IXHTUS warna emas di atas kain warna ungu   tua; dibawah  gambar tertulis ' Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat' dari kata IXHTUS = YESU KRISTU, THEOS HU1OS, SOTERIA

Arti:  Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan  orang  Kristen  mula-mula  yang  sedang mengalami penganiayaan. Pada masa penyiksaan dan penganiaayaan yang hebat, orang-orang percaya tidak bisa saling menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Karena itu, agar mereka tetap bersatu dan saling mengenal di antara mereka sebagai  pengikut Yesus, dan terlebih tetap mengakui iman bahwa Yesus Kristus  adalah Anak Allah dan Juruselamat maka mereka menggambar ikan di telapak tangan masing-masing agar Iebih dapat dikenal saat bertemu.

Simbol Prapaskah berganti pada Hari Kamis, Jam 18.00, jelang Jumat Agung

 

 

TRIHARI PASKAH adalah Jumat Agung (termasuk malam sebelumnya, yaitu Hari Kamis malam), Sabtu Teduh dan Minggu Paskah. Perjalanan melalui maut memasuki hidup sejalan dengan perjalanan umat Israel melalui Laut Merah (Teberau) dan Sungai Yordan menuju ke Hidup di Tanah Perjanjian,

JUMAT AGUNG adalah peringatan kematian Yesus di salib di Golgota. Bahwa Yesus rela mengorbankan tubuh dan darah-Nya untuk menebus dan menyelamatkan manusia dan seisi dunia. Yesus mati sebagai seorang martir yang dibunuh dan sekaligus sebagai Saksi yang setia (Why. 1:5; 3:14)

Simbol dari  Hari Jumat Agung adalah Salib (wama putih) dan mahkota dun (wama kuning) di atas wama dasar hitam.

Arti:  Salib merupakan lambang yang sudah sangat dikenal   untuk   menunjuk   pada   penderitaan  dan kematian  Yesus.  Salib  juga  menjadi  tanda  yang sering  dipakai  untuk  menunjuk  pada  Kekristenan. Salib  dan  mahkota  dud  yang  merupakan  lambang penderitaan dan kematian Yesus, hendak menjelaskan tentang kejamnya perlakuan yang telah Tuhan Yesus terima karena dosa manusia sampai pada kematian'Nya. Tetapi tidak hanya sampai di situ salib juga sekaligus menunjuk pada kemuliaan yang akan is terima setelah penderitaan-Nya.

SABTU - TEDUH adalah saat untuk hening, meneduhkan hati dan pikiran sambil mengenang bahwa tubuh Tuhan Yesus sedang di dalam kubur.

Simbol Jumat Agung berganfi pada Hari Sabtu, Jam 18.00 Jelang Hari Paskah.

 

PASKAH. Sama seperti Jumat Agung dimulai pada malam sebelumnya (Kamis malam), maka begitu juga Hari Paskah, dimulai pada malam  sebelumnya (Sabtu malam) (bnd. Kej.1 :5,8,13 dst). Ada Gereja  yang  merayakannya  semalam  suntuk, antara lain dengan membaca bagian-bagian Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sehubungan paskah serta pelayanan Baptisan Kudus (menjelang subuh).

Paskah adalah Hari Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang ditandai dengan kubur kosong. Paskah jatuh pada Hari Pertama (Arab 'Akhadtlbr.Ekhad): Kej. 1:5; Mat.28:1; Mrk.16:2; Luk 24:1; Yoh.20:1). Hari Pertama adalah Hari Minggu. Kata Minggu' berasal dari bahasa Portugis Dominggu(s) dan Latin Dominus. yang berarti "Tu(h)an. Karena itu Hari Minggu adalah Hari Tuhan (Why. 1:10).

Paskah adalah hari raya utama dalam Kekristenan karena merupakan titik tolak iman orang percaya (I Kor 15:14). Karena itu maka Han Paskah hendaknya dirayakan sebagai hari peringatan Gereja yang paling meriah dan harus dirayakan dalam kegembiraan dan sukacita.

  • Minggu Paskah dirayakan selama 6 Minggu terkait masa penampakkan Tuhan Yesus kepada para murid, yaitu selama 40 hari.
  • Hari Minggu II Paskah (Lat. Quasimodo Geniti = Sarna seperti bayi-bayi yang baru lahir (1 Ptr.2:2).
  • Hari Minggu III Paskah (Lat. Misercordias Domini = 'Kasih Setia Tuhan' (Mzm.89:2), dalam kombinasi dengan Mzm.33:5). Hari Minggu ini juga sering disebut Pastor Bonus (Gembala Yang Baik).
  • Hari Minggu IV Paskah (Lat. Jubilate = 'Bersorak-sorailah' (Mzm.66:1).
  • Hari Minggu V Paskah (Lat. Cantata = 'Nyanyikanlah' (Mzm.98:1).
  • Hari Minggu VI Paskah (Lat. Rogate = 'Mintalah', sehubungan dengan Doa untuk tumbuh-tumbuhan pertanian (cukup relevant), juga sehubungan dengan 'panen rohani' yang ditandai oleh perayaan Pentakosta nanti.

Simbol untuk Minggu Paskah adalah bunga lily dengan warna dasar putih.

Arti:  Bunga lily merupakan simbof dari hari Paskah dan kekekalan. Umbi-umbian dari bunga lily haruslah ditanam  dan  mati  dahulu  di  dalam  tanah,  baru kemudian daripadanya akan tumbuh suatu kehidupan baru. Melalui Paskah orang percaya telah menerima kehidupan baru yang diberikan lewat kematian dan penderitaan Kristus (bnd. Yoh 12; 34), dan kehidupan baru itu sendiri adalah kehidupan yang berkaitan dengan hidup kekal.

Simbol Paskah berganti pada Hari Rabu Jam 18.00 jelang Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga.

 

HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS

Kenaikan Yesus Kristus ke surga selalu terjadi pada hari Kamis, hari  ke-40.  Peristiwa ini  hendak menjelaskan bahwa Yesus Kristus kembali naik takhta kemuliaan-Nya yang telah ditinggalkan ketika diutus ke dunia. Karena itu, Yesus Kristus diakui sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan (I Tim 6:15).

Pesta ini dirayakan selama sepuluh hari dengan kemeriahan dan kegembiraan oleh  semua orang  percaya  untuk memuliakan Yesus, Tuhan dan Raja yang telah bertakhta di sorga.

Hari Minggu sesudah Hari Kenaikan (Lat. Exaudi = "Dengarlah' (Mzm.27:7,10), Menjelaskan tentang seruan agar Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Ayat 10 'Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku', dapat dihubungkan dengan sabda Yesus dalam Yoh.14:18), Aku tidak akan meninggalkan karnu sebagai yatim piatu'. Bahwa Tuhan Yesus Kristus yang telah dimuliakan di sorga tidak akan meninggalkan kita; la akan  selalu hadir dan menolong   kita. Karena itu, Hari Minggu sesudah kenaikan tidak disebut Han Minggu VII Paskah tetapi disebut Hari Minggu Pemuliaan Yesus Kristus. Jelas, bahwa Pemuliaan Yesus Kristus terjadi sebelum Ia menderita dan sesudah la bangkit dari kematian.

Simbol Hari Kenaikan dan Hari Minggu Pemuliaan adalah Mahkota (kuning mas) dan Salib (kuning gading) dengan warna dasar putih.

Arti:  Kemuliaan yang Yesus Kristus terima dengan kenaikan-Nya ke surga membuat mahkota duri yang diletakkan di kepala-Nya ketika Ia menderita dan mati di salib berubah menjadi mahkota kemuliaan. Jadi, penderitaan  maupun  kematian  yang  dialarni  para pengikut  Kristus di  dunia  bukanlah tanpa  maksud karena semuanya adalah untuk menerima mahkota kemuliaan. Barang siapa yang percaya kepada-Nya dan setia sampai mati, iapun akan mendapatkan mahkota kehidupan (bnd. Filp 2:19.11; Wahyu 2:10).

Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, jelang Hari Pentakosta

 

 

PENTAKOSTA (Yun. Pentakosta berarti 'yang ke-50'), yakni hari ke-50 sesudah Hari Paskah. Hari ke-50 sesuai Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta panen raya dan pesta kemerdekaan. Tidak   kebetulan  bahwa pada Hari ke-50 Yerusalem dipenuhi oleh orang-orang. Pada Hari Pentakosta, Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus ketika la naik takhta di surga, turun ke atas para murid. Artinya, mereka semua dibaptis dalam Roh Kudus, sehingga mereka mendapat kekuatan dan keberanian untuk bersaksi (Kis. 2:14, 22-24, 32-33, 36).

Dengan demikian, Roh Kudus adalah panen pertama bagi orang percaya sesudah Yesus Kristus bangkit dan naik takhta di surga. Dan juga orang-orang yang menjadi percaya oleh pemberitaan para rasul dengan kuasa Rah Kudus (Kis. 2:37-42) adalah juga panen pertama. Makanya  Hari  Pentakosta  diperingati  juga  sebagai  hari  kelahiran Gereja, di mana melalui kuasa Roh Kudus, Gereja dilengkapi untuk melaksanakan tugas pengutusannya kepada bangsa-bangsa.

Simbol Hari Pentakosta adalah lidah-lidah api (pinggirnya kuning) dan burung merpati (wama perak) dengan wama dasar merah; warna keberanian untuk memberi kesaksian (martyria).

Arti: Lidah-lidah api dan burung Merpati yang menukik menunjuk pada peristiwa pencurahan Roh Kudus  pada  hari  Pentakosta (Kisah  Rasul 2:2-3). Tujuh lidah api merupakan simbol ke tujuh suluh api, yaitu  ketujuh  roh  Allah (Why. 4:5)  membentuk lingkaran yang menghadirkan kekekalan, keabadian.

Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, malam jelang Hari Minggu Trinitas.

 

 

 

TRINITAS (Lat. Trinitatis = Trinitas). Perayaan Hari Minggu trinitas baru  ditetapkan  pada abad  ke-14.  Dirayakan  pada  Hari  Minggu  I sesudah Hari 'Pentakosta' untuk menyaksikan bahwa seluruh karya dan tindakan Allah Yang Esa atau Allah Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus) telah dinyatakan untuk dialami oleh semua orang percaya. Di sini  pernyataan Allah dan kekudusan  keesaan-Nya menjadi pusat penyembahan jemaat.

Simbol Hari Minggu Trinitas adalah Segitiga (Triquetra) dengan warna dasar Putih, yang merupakan simbol mula-mula dari ketritunggalan.

Arti: Tiga buah lekukan yang tidak terputus, saling bersambung,  menyatakan  keesaan dan  kekekalan dari Tritunggal. Pada pusat dari ketiga lekukan itu terbentuklah sebuah segitiga yang merupakan simbol dari Tritunggal.

Simbol ini berganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, malam jelang Hari Minggu Il sesudah Pentakosta.

 

 

HARI  MINGGU  BIASA.  Sesudah  Hari  Minggu  Trinitas  maka Gereja dan orang-orang percaya merayakan Hari Minggu Biasa atau lebih dikenal sebagai Hari Minggu-Hari Minggu sesudah Pentakosta. Minggu-minggu sesudah  Pentakosta  ditandai  dengan  warna  Hijau; warna pertumbuhan dan kesuburan bagi gereja. Masa ini juga disebut masa  Gereja  berjuang.   Di  dalamnya,   Gereja  diingatkan  tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangannya.

Yesus Kristus, Kepala Gereja, melalui Roh Kudus, selalu beserta Gereja-Nya (Allah beserta kita). Inilah alasan kita beribadah pada Hari Minggu karena kita yakin bahwa Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang  akan  selalu  menyeratai  kita  dalam  setiap  perjuangan  dan menjadikan kita pemenang.

Arti: Perahu merupakan simbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami  penganiayaan  dan  pergumulan,  ketika mereka  mengetahui  bahwa  akan  ada  pertolongan dari  Tuhan.  Hal  ini  nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat.

Pelangi melambangkan Kesetiaan Allah atas janji-Nya untuk memelihara bumi, khusus Gereja dan orang-orang percaya.

Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari Allah (bnd. Kej. 8:10.11) melalui Roh Kudus yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut di dalam Kristus melalui Roh Kudus.

Simbol ini beraganti pada Hari Sabtu Jam 18.00, jelang Hari Minggu Adven I.

FACEBOOK GPIB EKKLESIA DUMAI

RENUNGAN

04 Maret 2026
Pegang Erat Dan Percaya Sungguh-sungguh
03 Maret 2026
Iman Yang Jujur, Yesus Yang Setia Menunggu
01 Maret 2026
Dari Kekekalan Menuju Panggilan: Dipilih Dalam Kasih, Diutus Untuk Dunia
27 Februari 2026
Ketika Badai Bicara: Damai Tuhan Di Tengah Guncangan
24 September 2025
Kuat Dalam Penderitaan, Hidup Dalam Syukur
23 September 2025
Sukacita Yang Tak Tergoncangkan
22 September 2025
Kepemimpinan Yang Murni Di Hadapan Allah
21 September 2025
Teladan Iman Yang Tumbuh Dalam Penderitaan
20 September 2025
Hikmat Yang Menyelamatkan Dan Menghidupkan
19 September 2025
Kehidupan Yang Berdiri Di Atas Kejujuran Dan Hikmat
18 September 2025
Hati Yang Memancarkan Kemuliaan Allah
17 September 2025
Hidup Yang Diangkat Oleh Hikmat
16 September 2025
Hikmat Yang Mendidik Dan Menyelamatkan
15 September 2025
Hikmat Yang Menjaga Jalan Hidup
14 September 2025
Hidup Dalam Bisikan Hikmat
13 September 2025
Terus Melangkah Dalam Pengenalan Akan Kristus
12 September 2025
Hidup Yang Berharga Hanya Dalam Kristus
11 September 2025
Menghargai Hidup Dan Pelayanan
10 September 2025
Setia Dalam Tugas Yang Diberikan Tuhan
09 September 2025
Hidup Yang Dipersembahkan, Sukacita Yang Dinyatakan
08 September 2025
Hidup Karena Dia, Bekerja Dengan Hati Yang Bersyukur
07 September 2025
Hidup Dalam Kerendahan Hati, Hidup Dalam Kemuliaan Kristus
06 September 2025
Pemimpin Yang Disiapkan, Hidup Yang Dipertanggungjawabkan
05 September 2025
Terpilih Oleh Kasih, Disertai Oleh Kedekatan-nya
04 September 2025
Setia Sampai Akhir, Meskipun Terlihat Biasa
03 September 2025
Nyanyian Iman Yang Membebaskan
02 September 2025
Ketika Tuhan Memanggil Perempuan Untuk Bangkit
01 September 2025
Tuhan Memakai Yang Terbatas Untuk Karya-nya Yang Tak Terbatas
31 Agustus 2025
Ketika Tuhan Membangkitkan Penolong
30 Agustus 2025
Iman Yang Bertahan, Janji Yang Tak Pernah Gagal
29 Agustus 2025
Diangkat Oleh Kasih, Ditegakkan Oleh Iman
28 Agustus 2025
Berdiri Kokoh Di Atas Firman
27 Agustus 2025
Tegak Di Atas Kebenaran Tuhan
26 Agustus 2025
Ketulusan Iman Yang Mengubah Hidup
25 Agustus 2025
Iman Yang Terlihat Dalam Hidup Sehari-hari
24 Agustus 2025
Berhentilah Mengukur Orang, Biar Tuhan Yang Mengukur
23 Agustus 2025
Kemuliaan Tuhan Dalam Hidup Yang Menabur Kebaikan
22 Agustus 2025
Bersyukur Dan Menyebarkan Karya Tuhan
21 Agustus 2025
Bersyukur Atas Pembalikan Tuhan
20 Agustus 2025
Kemenangan Yang Lahir Dari Kebenaran
19 Agustus 2025
Doa Di Tengah Kenyataan Pahit
18 Agustus 2025
Hati Yang Teguh, Telinga Yang Bijak
17 Agustus 2025
Prinsip Yang Membebaskan
16 Agustus 2025
Iman Yang Bernyawa Melalui Perbuatan
15 Agustus 2025
Kasih Tanpa Pembedaan Adalah Jalan Kemerdekaan
14 Agustus 2025
Melayani Dengan Hati, Bukan Kepentingan
13 Agustus 2025
Berani Berdiam Dalam Kebenaran, Meskipun Dipandang Rendah
12 Agustus 2025
Yesus Lebih Besar Dari Aturan Dan Penilaian Manusia
11 Agustus 2025
Hidup Kita Adalah Panggung Kemuliaan Tuhan
10 Agustus 2025
Keadilan Yang Memulihkan, Bukan Menghancurkan
09 Agustus 2025
Pembela Yang Adil, Penghibur Yang Tidak Berkompromi
08 Agustus 2025
Bahagia Adalah Berpaut Pada Yang Setia
07 Agustus 2025
Tidak Ada Yang Tersembunyi Dari Hakim Yang Adil
06 Agustus 2025
Takut Akan Tuhan: Kunci Kehidupan Yang Berdamai Dan Berdampak
05 Agustus 2025
Dipeluk Oleh Pengampunan, Diselamatkan Oleh Kasih-nya
04 Agustus 2025
Pemimpin Yang Memuliakan Tuhan Dan Menjadi Berkat
03 Agustus 2025
Ketika Pemerintah Didoakan Dan Keadilan Diharapkan
02 Agustus 2025
Pulanglah, Kasih-nya Telah Menunggu
01 Agustus 2025
Kasih-nya Tak Terbatas, Masa Depanmu Tak Terhenti
24 Juni 2025
Masuklah Dengan Hati Yang Mudah Percaya
23 Juni 2025
Hati Yang Jatuh Lebih Cepat Diangkat
22 Juni 2025
Ketuk Terus, Sampai Pintu Dibuka
21 Juni 2025
Mengingat Untuk Bertahan
20 Juni 2025
Setia Itu Pilihan, Lupa Itu Peringatan
19 Juni 2025
Langkah Yang Tidak Terhentikan
18 Juni 2025
Kekuatan Yang Tidak Habis
17 Juni 2025
Takhta-nya Tak Terguncang
16 Juni 2025
Dia Tak Terbandingkan
15 Juni 2025
Kasih Yang Tidak Lapuk Oleh Waktu
14 Juni 2025
Diterima Untuk Menghasilkan Yang Sejati
13 Juni 2025
Istirahat Yang Memulihkan, Bukan Membatasi
12 Juni 2025
Terlihat Sepi, Namun Sedang Dipakai Tuhan
11 Juni 2025
Taat Di Titik Terdalam: Antara Ditinggal Dan Dibentuk
10 Juni 2025
Syukur Yang Hidup, Tangan Yang Mengulurkan
09 Juni 2025
Jangan Semua Yang Berseru ‘tuhan’ Adalah Milik Tuhan
08 Juni 2025
Dipanggil, Diutus, Dan Dimampukan Oleh Roh-nya
07 Juni 2025
Kebenaran Tak Perlu Dibela, Tuhan Yang Membelanya
06 Juni 2025
Diutus Untuk Mengampuni
05 Juni 2025
Kemurahan Hati Yang Menghalangi Malapetaka
04 Juni 2025
Hati Yang Lembut Di Tengah Mulut Yang Tajam
03 Juni 2025
Hati Yang Murni Dalam Pelayanan
31 Mei 2025
Memilih Yang Benar, Memercayai Pilihan Tuhan
30 Mei 2025
Keputusan Dan Pilihan Dalam Hidup: Menjalani Takdir Dengan Bijak
29 Mei 2025
Menanti Kedatangan-nya: Bertekun Dalam Harapan Dan Doa
28 Mei 2025
Hidup Dalam Damai, Menangkan Kejahatan Dengan Kebenaran
27 Mei 2025
Menjadi Berkat Melalui Tindakan Yang Tulus
26 Mei 2025
Kasih Yang Tulus Dan Roh Yang Menyala-nyala
25 Mei 2025
Berbahagia Dan Berbagi Kebahagiaan: Menemukan Tuhan Yang Dekat
24 Mei 2025
Kebaikan Yang Melahirkan Tindakan Nyata Dan Sukacita
23 Mei 2025
Kebaikan Yang Melahirkan Keteguhan Dan Hikmat
22 Mei 2025
Kebaikan Yang Menumbuhkan Iman Dan Kebahagiaan Sejati
21 Mei 2025
Kebaikan Yang Membuka Pintu Surga
20 Mei 2025
Tanda Sudah Diberikan, Saatnya Bergerak
19 Mei 2025
Kesiapan Hati Menerima Api, Bukan Popularitas
18 Mei 2025
Kesungguhan Hati Yang Tidak Bergantung Keadaan
17 Mei 2025
Berhentilah Menjadi Tuhan Bagi Alam
16 Mei 2025
Diberi Untuk Menjaga, Bukan Untuk Merusak
15 Mei 2025
Ketika Bumi Berbicara Dan Manusia Tak Mendengar
14 Mei 2025
Belajar Menjadi Bijak Sebagai Wakil Allah Di Bumi
13 Mei 2025
Mata Rantai Kehidupan: Keterhubungan Adalam Anugerah Tuhan
12 Mei 2025
Kebahagiaan Ciptaan Dan Pemeliharaan Tuhan
11 Mei 2025
Kebesaran Tuhan Terlihat Dalam Ciptaan-nya
10 Mei 2025
Integritas Dan Akibatnya
09 Mei 2025
Taat Dalam Sunyi, Menang Dalam Pujian
08 Mei 2025
Pembaruan Hidup Dan Pengakuan Tuhan Sebagai Pemimpin
07 Mei 2025
Batu-batu Pengingat: Jejak Setia Tuhan
06 Mei 2025
Melangkah Dalam Rancangan-nya
05 Mei 2025
Iman Yang Mengubah Hidup
04 Mei 2025
Taat Pada Tuhan, Teguh Dalam Penyerahan
03 Mei 2025
Hidup Sebagai Anak Perjanjian, Bebas Dalam Iman
02 Mei 2025
Hidup Dalam Kasih Dan Motivasi Yang Murni
01 Mei 2025
Menjadi Dewasa Dalam Iman Sebagai Anak-anak Allah
30 April 2025
Kasih Karunia-nya Yang Membesarkan Dan Merayakan Keragaman Di Dalam Kristus
29 April 2025
Janji-nya Pasti Bagi Kita, Tuntunan-nya Menyelamatkan Kita
28 April 2025
Hidup Dalam Iman, Melihat Dengan Hikmat Rohani
27 April 2025
Hidup Oleh Anugerah, Hidup Untuk Kristus
26 April 2025
Kebangkitan: Dari Ketidaksempurnaan Menuju Kemuliaan Kekal
25 April 2025
Iman Yang Tumbuh Dalam Janji Kekal
24 April 2025
Hidup Dalam Kuasa Kebangkitan Kristus
23 April 2025
Hidup Dalam Tujuan Dan Anugerah Kasih Allah
22 April 2025
Iman Yang Tumbuh Dari Keraguan
21 April 2025
Terang Yang Mengubah & Membimbing
20 April 2025
Hidup Baru Dalam Terang Kebangkitan
19 April 2025
Kasih Yang Setia Dan Tak Tertunda
18 April 2025
Menderita Bersama Sang Anak Allah
17 April 2025
Ketika Kebenaran Ditinggalkan Demi Kenyamanan
16 April 2025
Ambillah: Menerima Dengan Syukur Dan Mengikut Teladan Yesus
15 April 2025
Bertanya Sebelum Melangkah, Berani Hadapi Derita
14 April 2025
Hidup Yang Berbuah Dan Gereja Sebagai Komunitas Pelaku Firman Tuhan
13 April 2025
Kehadiran Juruselamat Dan Pengabdian Sejati
12 April 2025
Mendengar Tanpa Mengerti, Menjadi Terbesar Dalam Pelayanan
11 April 2025
Yesus Adalah Mesias: Pengakuan Keagungan Yang Mengubah Hidup
10 April 2025
Tangan Besi Versus Tangan Kasih: Jalan Sejati Seorang Pelayan
09 April 2025
Godaan Dalam Meminta Dan Rancangan Tuhan Yang Lebih Besar
08 April 2025
Jalan Pendamaian Melalui Jalan Sengsara
07 April 2025
Menderita Bagi Kristus: Pengorbanan Menuju Kemuliaan
06 April 2025
Jalan Salib Menuju Kemuliaan Kekekalan
05 April 2025
Janji Yang Digenapi, Iman Yang Diuji
04 April 2025
Qanna: Allah Yang Cemburu, Allah Yang Memulihkan
03 April 2025
Pujilah Tuhan, Sebab Ia Baik
02 April 2025
Hidup Dalam Kepastian Tuhan
01 April 2025
Menjaga Diri Dan Melindungi Kehidupan
31 Maret 2025
Jadilah Hebat Di Dalam Rencana Tuhan
30 Maret 2025
Kesetiaan Tuhan Dan Jalan-nya Yang Sempurna
29 Maret 2025
Hidup Dalam Keadilan Tuhan
28 Maret 2025
Kebesaran Tuhan Yang Layak Dipuji
27 Maret 2025
Tuhan, Raja Atas Segalanya Dan Tempat Perlindungan Sejati
26 Maret 2025
Bertobat Dan Menikmati Aliran Berkat Tuhan
25 Maret 2025
Tuhan, Gembala Yang Setia
24 Maret 2025
Dimurnikan Untuk Mempersembahkan Yang Terbaik
23 Maret 2025
Memuji Tuhan Dengan Sukacita
22 Maret 2025
Hidup Dalam Keadilan Dan Kebenaran
21 Maret 2025
Hidup Yang Berbuah Bagi Tuhan
20 Maret 2025
Hidup Dalam Hikmat Ilahi
19 Maret 2025
Alam Dan Manusia Memuji Tuhan, Sang Hakim Yang Adil
18 Maret 2025
Memuji Tuhan Dengan Seluruh Hati
17 Maret 2025
Hidup Yang Memuliakan Tuhan Dalam Keadilan-nya
16 Maret 2025
Dari Kepahitan Menuju Kebaikan Tuhan
15 Maret 2025
Melayani Seperti Yesus Yang Diutus Bapa
14 Maret 2025
Teladan Yesus: Guru Yang Melayani
13 Maret 2025
Kasih Yesus Yang Sempurna: Membersihkan, Bukan Sekedar Membasuh
12 Maret 2025
Yesus Dibaptis: Tanda Ketaatan Dan Kasih Allah
11 Maret 2025
Ketika Kuasa Alam Menyerah, Harapanpun Pun Menyala
10 Maret 2025
Kuasa Yesus: Melampaui Kefanaan Dunia & Mata Air Kekal
09 Maret 2025
Yesus Adalah Air Hidup Yang Memenuhi Dahaga Kehdupan
06 Juni 2024
Bersyukur Dan Puji Nama Tuhan - Pagi
06 Juni 2024
Melayani Sepenuh Hati
05 Juni 2024
Lestarikan Alam Dan Bukan Menghancurkannya - Pagi
05 Juni 2024
Kebahagiaan Bersama Anak Cucu - Malam
04 Juni 2024
Kesucian Hidup Yang Berdampak - Pagi
04 Juni 2024
Penyembahan Yang Benar - Malam
03 Juni 2024
Kemuliaan Allah Yang Harus Disaksikan - Pagi
03 Juni 2024
Menolak Berlaku Angkuh - Malam
22 April 2024
Doa Dan Persekutuan - Bagian 1
22 April 2024
Doa Dan Persekutuan - Bagian 2
21 April 2024
Bersukacitalah Di Dalam Tuhan
21 April 2024
Positif Thinking
20 April 2024
Tuhan Membuat Menjadi Baru
20 April 2024
Tuhan Tidak Melenyapkan Israel Karena Nama-nya
19 April 2024
Tidak Ada Yang Lain, Tidak Ada Ilah Lain Selain Aku
19 April 2024
Keadilan Dan Kekuatan Hanya Ada Di Dalam Tuhan
18 April 2024
Allah Memilih Siapa Saja Untuk Mewujudkan Rancangan Keselamatan
18 April 2024
Allah Yang Mendampingi Umat-nya Melewati Masa Sulit
17 April 2024
Ingatlah, Allah Sudah Berbuat Semuanya Untuk Kebaikan Umat-nya
17 April 2024
Kebaikan Allah Atas Umat-nya, Israel

PENDETA

GPIB Jemaat Ekklesia Dumai
Sandino
Pdt. Sandino
GPIB Ekklesia Dumai
2025 - Saat ini
Kevin Eflyano Badilo
Pdt. Kevin Eflyano Badilo
Kasih Karunia - Bagan Manunggal
2024 - Saat ini
Ni Gusti Ketut Melliana Achriyanthi Arnawa
Pdt. Ni Gusti Ketut Melliana Achriyanthi Arnawa
Sion - Sei Rokan
2024 - Saat ini
Angelly Christisya Kantohe
Pdt. Angelly Christisya Kantohe
Solafide - Selat Panjang
Marantha - Sei Pakning
2024 - Saat ini
Ananda Kezia Sebayang
Pdt. Ananda Kezia Sebayang
Immanuel - Tanjung Medang
2024 - Saat ini
Claudya Ingrid Yosep - Sahertian
Pdt. Claudya Ingrid Yosep - Sahertian
GPIB Ekklesia Dumai
2021 - 2025
Maria Reinha Rosari Bea Niga Putri Tuan
Pdt. Maria Reinha Rosari Bea Niga Putri Tuan
Sion - Sei Rokan
Kasih Karunia - Bagan Manunggal
2019 - 2024
Vika Manuella Ferdinandus
Pdt. Vika Manuella Ferdinandus
Solafide - Selat Panjang
Maranatha - Sei Pakning
2018 - 2023
Surianti Tundu
Pdt. Surianti Tundu
Immanuel - Tanjung Medang
2017 - 2023
Aldo Alva Tumilaar
Pdt. Aldo Alva Tumilaar
GPIB Ekklesia Dumai
2016 - 2021
Marny Ike Nayoan
Pdt. Marny Ike Nayoan
Sion - Sei Rokan
2014 - 2019
Sylvia Elviria Octaviani Wajong
Pdt. Sylvia Elviria Octaviani Wajong
Solafide - Selat Panjang
2013 - 2018
Michael Leonard Gomora Taruklabi
Pdt. Michael Leonard Gomora Taruklabi
Immanuel - Tanjung Medang
2013 - 2017
Paskaina Risteruw Suripatty
Pdt. Paskaina Risteruw Suripatty
GPIB Ekklesia Dumai
2012 - 2016
Norlina Leluni
Pdt. Norlina Leluni
Sion - Sei Rokan
2009 - 2010
Zeth Yunus Laritmas
Pdt. Zeth Yunus Laritmas
GPIB Ekklesia Dumai
2007 - 2012
Retno Sumaredi
Pdt. Retno Sumaredi
Maranatha - Sei Pakning
2007 - 2010
Mintje Mulikale
Pdt. Mintje Mulikale
Sion - Sei Rokan
2005 - 2009
Melkisedek Eka Puimera
Pdt. Melkisedek Eka Puimera
GPIB Ekklesia Dumai
2004 - 2007
Marlis Hiena
Pdt. Marlis Hiena
Maranatha - Sei Pakning
2003 - 2007
Ruben Stevanus R Djo
Pdt. Ruben Stevanus R Djo
Sion - Sei Rokan
2001 - 2005
Ekklesia Tumonggi
Pdt. Ekklesia Tumonggi
GPIB Ekklesia Dumai
1999 - 2004
Linda – Hadi
Pdt. Linda – Hadi
Maranatha - Sei Pakning
1999 - 2003
Sarah Hengkesah
Pdt. Sarah Hengkesah
Maranatha - Sei Pakning
1996 - 1999
Victor Krisos Tomus Hutauruk
Pdt. Victor Krisos Tomus Hutauruk
GPIB Ekklesia Dumai
1995 - 1999
Agustian Mangatas Manalu
Pdt. Agustian Mangatas Manalu
GPIB Ekklesia Dumai
1991 - 1995
Jhon Dichens Sihite
Pdt. Jhon Dichens Sihite
GPIB Ekklesia Dumai
1987 - 1991
Soeharto
Pdt. Soeharto
GPIB Ekklesia Dumai
1983 - 1987
Tjatam Harsono
Pdt. Tjatam Harsono
GPIB Ekklesia Dumai
1980 - 1983
J. PAMUNGKAS
Pdt. J. PAMUNGKAS
GPIB Ekklesia Dumai
1972 - 1980

WARTA JEMAAT

Warta Jemaat 29 Maret 2026
Warta Jemaat 22 Maret 2026
Warta Jemaat 15 Maret 2026
Warta Jemaat 08 Maret 2026
Warta Jemaat 01 Maret 2026
Selengkapnya...
Ikuti untuk dapatkan informasi terbaru
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026