JALAN PENDAMAIAN MELALUI JALAN SENGSARA
08 April 2025
📖 Matius 20:17-19
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus dengan jelas menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mengalami penderitaan yang luar biasa. Ia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dihukum mati, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit. Perjalanan-Nya bukan sekadar perjalanan fisik ke Yerusalem, tetapi perjalanan rohani menuju jalan pendamaian antara manusia dan Allah.
Pendamaian ini bukan tanpa harga. Yesus harus melewati jalan sengsara, jalan yang penuh penghinaan, penderitaan, dan akhirnya kematian di kayu salib. Dunia mungkin melihat salib sebagai kekalahan, tetapi dalam rencana Allah, salib adalah kemenangan terbesar atas dosa dan maut. Sengsara Kristus bukan tanda kelemahan, melainkan bukti kasih yang sempurna. Tanpa jalan sengsara, tidak akan ada jalan pendamaian.
Banyak dari kita ingin mengalami pendamaian dengan Allah, tetapi enggan untuk memikul salib dalam kehidupan kita. Kita menginginkan berkat tanpa kesetiaan, pengampunan tanpa pertobatan, dan keselamatan tanpa penyangkalan diri. Namun, Yesus mengajarkan bahwa mengikuti-Nya berarti kita harus bersedia berjalan dalam ketaatan, bahkan jika itu berarti penderitaan.
Kita mungkin tidak mengalami sengsara seperti yang Yesus alami, tetapi setiap orang percaya pasti akan menghadapi tantangan iman. Dunia akan menolak kita, kita akan diuji, dan terkadang kita harus berkorban demi kebenaran. Namun, kita tidak berjalan sendirian. Yesus telah melewati jalan itu terlebih dahulu, dan Dia menyertai kita dalam setiap langkah.
Hari ini, kita diingatkan bahwa jalan pendamaian tidak lepas dari jalan sengsara. Tetapi kabar baiknya adalah: sengsara Kristus tidak berakhir di kubur. Ia bangkit dan memberikan kemenangan kepada kita! Oleh karena itu, jangan takut menghadapi tantangan iman. Jika kita tetap setia, kita akan mengalami kemuliaan bersama Kristus.
Doa :
Tuhan Yesus, kami bersyukur karena melalui jalan sengsara-Mu, kami dapat berdamai dengan Bapa. Kuatkan kami dalam setiap tantangan iman, agar kami tetap setia sampai akhir. Dalam nama-Mu, kami berdoa. Amin.