MEMUJI TUHAN DENGAN SUKACITA
23 Maret 2025
📖 Mazmur 66:1-7
Pernahkah kita merasa begitu kagum akan sesuatu hingga kita spontan memujinya? Misalnya, saat melihat pemandangan matahari terbenam yang indah atau mendengar lagu yang begitu menyentuh hati. Jika hal-hal duniawi saja bisa membuat kita terpukau, apalagi Tuhan yang menciptakan segala sesuatu? Mazmur 66:1-4 mengajak kita untuk bersorak-sorai bagi Tuhan, memuliakan nama-Nya, dan menyanyikan pujian bagi-Nya karena kebesaran-Nya.
Namun, sering kali kita lupa untuk memuji Tuhan. Kita lebih sering mengeluh daripada bersyukur, lebih banyak meminta daripada mengagungkan Dia. Padahal, memuji Tuhan bukan hanya tentang bernyanyi di gereja atau berdoa saat keadaan baik. Memuji Tuhan adalah sikap hati yang mengakui keagungan dan kebaikan-Nya, bahkan di tengah tantangan hidup.
Mazmur 66:5-7 mengingatkan kita untuk melihat perbuatan besar Tuhan di masa lalu. Tuhan yang membelah Laut Merah, yang menuntun umat-Nya melewati segala kesulitan, adalah Tuhan yang sama yang kita sembah hari ini. Dia tetap berkuasa dan setia. Ketika kita mengingat betapa besar kuasa dan kasih Tuhan, kita akan menemukan alasan untuk bersukacita di dalam-Nya.
Sukacita sejati bukan berasal dari keadaan yang sempurna, tetapi dari hati yang percaya kepada Tuhan. Ketika kita memilih untuk bersukacita dan memuliakan Tuhan, kita sedang menunjukkan iman kita kepada-Nya. Bukan berarti kita menutup mata terhadap masalah, tetapi kita percaya bahwa Tuhan lebih besar dari segala persoalan.
Mari kita belajar untuk selalu memuji Tuhan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan hidup kita. Biarlah setiap tindakan, ucapan, dan sikap hati kita menjadi pujian bagi-Nya. Sebab Tuhan layak menerima segala kemuliaan, dan dalam memuliakan Dia, kita akan menemukan sukacita yang sejati.
Doa :
Tuhan, ajar aku untuk selalu memuji dan bersukacita di dalam-Mu. Biarlah hidupku menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu. Amin.