Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

DARI KEPAHITAN MENUJU KEBAIKAN TUHAN

16 Maret 2025

Keluaran 15:22-27


Setelah mengalami keajaiban besar saat menyeberangi Laut Merah, bangsa Israel menghadapi kenyataan yang pahit di padang gurun Syur. Mereka berjalan selama tiga hari tanpa menemukan air, dan ketika akhirnya menemukan air di Mara, air itu ternyata pahit dan tidak bisa diminum. Keadaan ini membuat mereka bersungut-sungut kepada Musa, seolah-olah mereka lupa bahwa Tuhan yang membelah laut untuk mereka juga sanggup memberikan air bagi mereka (Keluaran 15:22-24).

 

Sering kali, kita juga mengalami situasi seperti ini. Setelah mengalami berkat Tuhan, kita dihadapkan pada kenyataan hidup yang sulit. Terkadang kita merasa pahit, kecewa, dan mulai meragukan pertolongan Tuhan. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ketika Musa berseru kepada Tuhan, Dia menunjukkan sebuah kayu yang ketika dilemparkan ke dalam air, membuat air itu menjadi manis dan bisa diminum (Keluaran 15:25). Ini adalah pengingat bahwa Tuhan mampu mengubah kepahitan menjadi berkat jika kita mau berserah kepada-Nya.

 

Lebih dari sekadar memberikan air, Tuhan juga memberikan pengajaran penting kepada bangsa Israel. Dia menetapkan ketetapan dan peraturan bagi mereka agar mereka belajar untuk hidup dalam ketaatan. Tuhan ingin mereka memahami bahwa berkat tidak hanya datang dalam bentuk air atau makanan, tetapi juga dalam kesediaan untuk mempercayai dan menaati-Nya di setiap keadaan.

 

Setelah melewati Mara, mereka tiba di Elim, tempat di mana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon kurma (Keluaran 15:27). Ini menunjukkan bahwa perjalanan bersama Tuhan tidak hanya penuh dengan ujian, tetapi juga berakhir dalam penyediaan yang melimpah. Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik bagi mereka yang tetap percaya dan setia.

 

Maka, ketika kita menghadapi kenyataan yang pahit dalam hidup, jangan cepat bersungut-sungut. Serahkan segala keluhan kepada Tuhan, karena Dia sanggup mengubah air pahit menjadi air yang menyegarkan. Bersabarlah dalam proses-Nya, karena di ujung perjalanan, ada Elim yang menanti—tempat pemulihan dan berkat yang Tuhan sediakan.


Doa :

Tuhan, ketika aku menghadapi kenyataan yang pahit, tolong aku untuk tetap percaya pada rencana-Mu. Ubahkan kepahitanku menjadi berkat yang mendewasakan imanku. Amin.

14 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026