MELAYANI SEPERTI YESUS YANG DIUTUS BAPA
15 Maret 2025
Yohanes 13:16-20
Yesus mengajarkan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi dari tuannya, dan seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutusnya (Yohanes 13:16). Ini adalah prinsip dasar dalam hidup mengikut Kristus: kita dipanggil untuk melayani, bukan untuk mencari kehormatan. Jika Yesus, yang adalah Tuhan, bersedia merendahkan diri dan melayani, maka kita yang adalah murid-murid-Nya juga harus memiliki sikap yang sama.
Yesus tidak hanya mengajarkan pelayanan dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata. Dia membasuh kaki murid-murid-Nya, sebuah tugas yang biasanya dilakukan oleh hamba. Melalui tindakan ini, Yesus menunjukkan bahwa kebesaran sejati ada dalam kerendahan hati dan pelayanan kepada sesama. Dia berkata bahwa jika kita tahu kebenaran ini dan melakukannya, kita akan berbahagia (Yohanes 13:17).
Lebih dari itu, Yesus menegaskan bahwa Dia diutus oleh Bapa (Yohanes 13:18-20). Kehadiran-Nya di dunia bukan untuk mencari kemuliaan diri, tetapi untuk melaksanakan misi dari Allah. Demikian juga, kita dipanggil untuk menjalani hidup ini sebagai utusan-Nya, membawa kasih dan kebenaran kepada dunia melalui sikap melayani dan rendah hati.
Namun, sering kali kita lebih suka dilayani daripada melayani. Kita ingin dihormati, dipandang tinggi, dan diutamakan. Padahal, Yesus justru mencontohkan bahwa kebesaran sejati terletak pada kesediaan untuk melayani tanpa mengharapkan balasan. Dia tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi Dia sendiri adalah kasih itu.
Hari ini, marilah kita bertanya pada diri sendiri: apakah kita sudah menjadi hamba yang melayani seperti Yesus? Ataukah kita masih menuntut orang lain untuk melayani kita? Jika kita benar-benar mengikut Kristus, kita harus siap diutus seperti Dia, menjalani hidup dengan penuh kasih, kerendahan hati, dan pelayanan yang tulus.
Doa :
Tuhan, ajar aku untuk melayani dengan hati yang tulus, seperti Engkau telah melayani. Jadikan aku utusan-Mu yang membawa kasih dan kebaikan di mana pun aku berada. Amin.