YESUS DIBAPTIS: TANDA KETAATAN DAN KASIH ALLAH
12 Maret 2025
Ketika Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis, Yohanes sempat merasa tidak layak melakukannya. Namun, Yesus mengatakan bahwa baptisan itu perlu dilakukan untuk menggenapi kehendak Allah. Ini menunjukkan kerendahan hati dan ketaatan Yesus pada rencana Bapa-Nya. Meskipun Dia adalah Anak Allah yang tidak berdosa, Dia tetap memberi teladan untuk merendahkan diri dan taat sepenuhnya.
Saat Yesus selesai dibaptis, sesuatu yang luar biasa terjadi. Langit terbuka, Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan terdengar suara dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Ini adalah momen yang menegaskan identitas Yesus sebagai Anak Allah dan bukti nyata kasih Bapa kepada-Nya.
Kisah ini mengajarkan kita dua hal penting: pertama, bahwa ketaatan kepada Allah membawa perkenanan-Nya. Yesus memberi contoh bagaimana kita harus tunduk pada kehendak Tuhan, meskipun kita merasa tidak layak atau tidak mengerti sepenuhnya. Kedua, Tuhan mengasihi kita sebagaimana Dia mengasihi Yesus. Ketika kita hidup dalam ketaatan dan iman, kita juga hidup dalam kasih-Nya.
Sering kali kita ragu apakah kita berharga di mata Tuhan. Namun, kisah baptisan Yesus mengingatkan bahwa jika kita hidup sesuai kehendak-Nya, kita juga bisa merasakan hadirat-Nya dan menerima kasih-Nya yang sempurna. Dia selalu menyertai dan berkenan kepada mereka yang berserah pada-Nya.
Maka, marilah kita belajar dari Yesus: hidup dalam ketaatan dan percaya bahwa kasih Bapa selalu menyertai kita. Tidak ada yang lebih indah daripada mendengar suara-Nya berkata, “Engkau adalah anak-Ku yang Kukasihi.”
Doa :
Tuhan, ajar aku untuk selalu taat dan percaya pada kehendak-Mu. Ingatkan aku bahwa aku adalah anak yang Engkau kasihi. Amin.