Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

DARI KEKEKALAN MENUJU PANGGILAN: DIPILIH DALAM KASIH, DIUTUS UNTUK DUNIA

01 Maret 2026

Berdasarkan Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus 1:3–10

 

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Firman Tuhan dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus 1:3-10 membawa kita masuk ke dalam satu kebenaran yang luar biasa dalam dan menggetarkan hati. Alkitab berkata bahwa sebelum dunia dijadikan, kita sudah dipilih di dalam Kristus. Sebelum gunung-gunung ditegakkan, sebelum laut dipisahkan dari daratan, sebelum manusia pertama menarik napasnya, Tuhan sudah memikirkan saudara dan saya. Ini bukan kebetulan. Ini bukan kecelakaan sejarah. Ini adalah keputusan kasih dari Allah yang kekal.

 

Bayangkan seorang arsitek besar yang merancang bangunan megah. Ia tidak bekerja tanpa gambar. Ia memiliki rancangan jauh sebelum batu pertama diletakkan. Demikian juga hidup kita. Kita tidak muncul tiba-tiba tanpa tujuan. Kita dipilih dalam Kristus dengan maksud yang jelas. Dipilih bukan karena kita sempurna, tetapi supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Kasih Allah bukan respon terhadap kebaikan kita; kasih-Nya adalah alasan mengapa kita diberi kesempatan untuk berubah.

 

Sering kali kita hidup dengan pertanyaan, “Apa arti hidup saya? Apakah saya ini berharga?” Dunia mengajarkan bahwa nilai seseorang ditentukan oleh pencapaian, jabatan, atau pengakuan orang lain. Tetapi firman Tuhan berkata kita sudah diterima bahkan sebelum kita berprestasi. Kita dikaruniai pengangkatan sebagai anak oleh Yesus Kristus. Saudara, menjadi anak berarti memiliki identitas. Seorang anak mungkin jatuh, mungkin gagal, tetapi statusnya tidak berubah. Ia tetap anak. Demikian pula kita di dalam Kristus. Ketika kita gagal, kasih Allah tidak otomatis dicabut. Ketika kita lemah, Ia tidak membuang kita. Ia membentuk kita.

 

Namun dipilih dalam kasih bukan berarti hidup dalam zona nyaman. Dipilih berarti diutus. Tuhan tidak menyelamatkan kita hanya untuk duduk menikmati keselamatan. Ia memanggil kita untuk menjadi bagian dari rencana-Nya mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus. Artinya hidup kita memiliki dimensi yang lebih besar dari sekadar kebutuhan pribadi. Kita dipanggil menjadi terang di tempat kerja, menjadi garam di tengah keluarga, menjadi pembawa damai di tengah konflik, menjadi saksi kasih di tengah dunia yang keras.

 

Ilustrasinya seperti seorang duta besar. Ia tinggal di negeri orang, tetapi ia membawa otoritas dan identitas negaranya. Ia tidak hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk mewakili kerajaan yang mengutusnya. Demikianlah kita. Kita hidup di dunia ini, tetapi kita membawa nilai Kerajaan Allah. Ketika orang lain membalas kebencian dengan kebencian, kita membalas dengan kasih. Ketika orang lain memilih jalan curang demi keuntungan, kita tetap berjalan dalam integritas. Ketika orang lain kehilangan harapan, kita berdiri membawa pengharapan. Itulah wujud nyata dari panggilan kita.

 

Saudara-saudara, dalam kehidupan sehari-hari akan ada momen di mana kita merasa tidak layak. Ada hari-hari ketika doa terasa kering, ketika pelayanan terasa berat, ketika masalah keluarga membuat hati lelah. Pada saat seperti itu, ingatlah bahwa pemilihan Tuhan terjadi sebelum kita melakukan apa pun. Ia memilih kita bukan karena performa kita, tetapi karena kasih-Nya. Maka respon kita bukan menyalahkan diri tanpa akhir, melainkan kembali kepada anugerah-Nya dan bangkit menjalani panggilan.

 

Kita juga harus berhati-hati agar tidak menyia-nyiakan identitas sebagai orang yang dipilih. Jangan hidup seperti orang yang tidak punya tujuan. Jangan biarkan dosa kecil dibiarkan tumbuh. Jangan biarkan kepahitan menguasai hati. Orang yang sadar dirinya dipilih dalam kasih akan menjaga hidupnya dengan rasa hormat kepada Tuhan. Bukan karena takut dihukum, tetapi karena tidak ingin mengecewakan kasih yang begitu besar.

 

Rencana Allah dalam Kristus adalah mempersatukan segala sesuatu. Dunia kita penuh perpecahan, konflik, dan egoisme. Tetapi melalui hidup orang percaya, Tuhan ingin menunjukkan gambaran pemulihan itu. Di rumah tangga yang hampir retak, hadirlah sebagai pembawa rekonsiliasi. Di tempat kerja yang penuh intrik, jadilah pribadi yang jujur. Di pelayanan yang mungkin penuh dinamika, tetaplah rendah hati dan setia. Jangan anggap itu kecil. Setiap tindakan kasih adalah bagian dari rencana besar Allah.

 

Saudara yang terkasih, jika hari ini saudara merasa hidup biasa-biasa saja, dengarkan baik-baik: tidak ada hidup yang biasa jika itu berada dalam rancangan Allah. Kita dipilih dalam kasih yang kekal dan diutus untuk mengambil bagian dalam karya-Nya yang agung. Hidup ini terlalu berharga untuk dijalani tanpa kesadaran panggilan.

 

Maka berdirilah dengan keyakinan. Jalani hari-hari dengan identitas yang jelas. Kita bukan orang yang tersesat tanpa arah. Kita adalah anak-anak yang dikasihi dan utusan-utusan yang dipercaya. Biarlah setiap langkah, setiap keputusan, setiap kata yang keluar dari mulut kita memuliakan Dia yang telah memilih kita sejak semula.

 

Kiranya hidup kita menjadi bukti bahwa kasih Allah bukan hanya konsep teologis, tetapi kuasa yang nyata, yang mengubah hati dan mengutus kita menjadi alat-Nya di tengah ciptaan.

Tuhan memberkati kita semua. Amin.

22 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026