Terpilih oleh Kasih, Disertai oleh Kedekatan-Nya
05 September 2025
Hakim-Hakim 11:1–11 & 12:8–10
Kita sering lupa bahwa hidup ini bukan tentang pilihan kita, melainkan tentang pilihan Tuhan atas kita. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih di keluarga mana ia lahir, dalam situasi apa ia tumbuh, atau bagaimana orang lain memandangnya. Namun, di balik semua keterbatasan itu, ada satu kebenaran yang tidak tergoyahkan: Tuhan memilih kita, bahkan ketika dunia menolak kita. Terpilih bukan karena kita layak, tetapi karena Tuhan berdaulat.
Teguran bagi kita jelas: betapa sering kita merasa iri dengan kehidupan orang lain, merasa diri kurang berharga, atau bahkan menolak diri sendiri. Kita sibuk membandingkan hidup, sibuk mengeluh, dan sibuk mencari alasan untuk tidak melangkah. Padahal, Allah tidak salah memilih. Justru dari yang dianggap lemah, terbuang, dan tidak mungkin, Dia menyatakan kuasa-Nya. Jadi, siapa kita sampai berani meremehkan karya Tuhan dalam hidup kita?
Di sisi lain, Allah yang memilih kita bukanlah Allah yang jauh, dingin, dan asing. Ia adalah Allah yang dekat, yang menyertai perjalanan kita. Dekatnya Tuhan bukan hanya sekadar ide rohani, tetapi sebuah kenyataan: Dia berjalan bersama kita, Dia mengerti luka kita, dan Dia turut bekerja dalam setiap pergumulan kita. Dunia bisa menjauh, manusia bisa melupakan, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan.
Pemahaman ini seharusnya menggugah kita untuk berhenti hidup dengan mentalitas korban. Kita bukan orang yang kebetulan ada, bukan pula orang yang hidup tanpa arti. Kita ada karena Tuhan memilih, dan kita bertahan karena Tuhan dekat. Hidup kita bukan lagi tentang “mengapa aku begini?”, tetapi tentang “apa yang Tuhan ingin lakukan melalui aku?” Ketika kita berhenti mengasihani diri dan mulai percaya pada pilihan Tuhan, barulah kita menemukan arah hidup yang sejati.
Karena itu, kritik bagi kita semua: jangan lagi menolak panggilan Tuhan dengan alasan keterbatasan. Jangan lagi merasa ditinggalkan hanya karena situasi tidak sesuai harapan. Ingatlah, kita memang tidak dapat memilih jalan hidup kita, tetapi kita telah dipilih oleh Allah yang setia. Dan Allah yang memilih adalah Allah yang dekat—Dia sendiri yang akan menguatkan, menuntun, dan menyertai kita sampai akhir.
Doa :
Tuhan, terima kasih karena Engkau memilih kami meski kami sering merasa tidak layak. Dekatkan hati kami kepada-Mu agar kami tidak lagi merasa sendiri. Bimbinglah langkah kami untuk setia berjalan di jalan-Mu sampai akhir.