Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

Nyanyian Iman yang Membebaskan

03 September 2025

Hakim-Hakim 5:1–8


Iman yang hidup selalu memiliki suara. Suara itu bukan sekadar kata-kata, melainkan nyanyian yang keluar dari hati yang percaya. Nyanyian iman adalah tanda bahwa kita tidak lagi berjalan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kuasa Tuhan. Lewat nyanyian itu, kita mengakui bahwa ada tangan Allah yang memimpin, ada kasih Allah yang menopang, dan ada kuasa Allah yang membebaskan. Maka, setiap nada yang kita lantunkan seharusnya bukan sekadar suara bibir, melainkan suara jiwa yang berserah kepada-Nya.

 

Namun kenyataannya, banyak orang percaya hanya bisa bernyanyi ketika hidupnya baik-baik saja. Kita memuji ketika diberkati, tetapi diam ketika tertekan. Kita meninggikan Tuhan saat keadaan tenang, tetapi meragukan-Nya saat gelombang badai datang. Inilah teguran bagi kita: iman sejati bukanlah nyanyian di tengah kenyamanan, melainkan pujian yang tetap terdengar di tengah penderitaan. Iman yang hanya berbicara saat keadaan baik bukanlah iman, melainkan perasaan.

 

Pemahaman ini membawa kita pada kebenaran bahwa nyanyian iman bukan sekadar melodi indah, melainkan kekuatan rohani yang melawan ketakutan. Dunia ini dipenuhi dengan suara kebencian, suara keputusasaan, dan suara ketakutan. Jika umat Tuhan tidak lagi bernyanyi dengan iman, maka dunia akan semakin sunyi dari kabar pengharapan. Nyanyian iman adalah senjata, bukan hiburan. Ia meneguhkan hati yang goyah, menguatkan jiwa yang letih, dan menghadirkan kehadiran Allah di tengah kegelapan.

 

Kritik bagi kita jelas: terlalu sering kita meremehkan kuasa doa dan pujian. Kita lebih suka bersuara untuk keluhan, lebih berani mengumbar amarah, tetapi terlalu pelit meninggikan Tuhan. Kita sering membiarkan hidup kita dipenuhi dengan nyanyian dunia, sementara nyanyian iman kita menjadi semakin redup. Kita dipanggil untuk kembali mengangkat suara iman, bukan hanya di gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, dalam rumah, pekerjaan, pergumulan, bahkan di tempat yang penuh luka.

Karena itu, marilah kita membangun hidup yang bernyanyi karena iman. Bernyanyi tentang kuasa-Nya yang memimpin langkah kita, dan bernyanyi tentang kasih-Nya yang menopang di setiap keadaan. Dengan begitu, hidup kita sendiri menjadi nyanyian rohani bagi dunia, bukan karena suara kita merdu, tetapi karena iman kita nyata. Dan di tengah dunia yang penuh kelam, nyanyian iman itulah yang akan membawa terang dan harapan.


Doa :
Tuhan, jadikan hidup kami nyanyian iman bagi-Mu. Biarlah mulut kami tidak berhenti memuji, bahkan di tengah penderitaan. Ajari kami melihat kuasa-Mu dan kasih-Mu sebagai alasan terbesar untuk selalu bersyukur dan berharap.


20 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026