Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

Ketika Tuhan Memanggil Perempuan untuk Bangkit

02 September 2025

 

Hakim-Hakim 4:1–24


Tuhan tidak pernah membatasi siapa yang dapat dipakai-Nya. Ia dapat memanggil laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kuat atau lemah, untuk menjadi alat-Nya. Manusia seringkali menilai berdasarkan tradisi, kebiasaan, atau pandangan dunia, tetapi Tuhan melihat hati. Ketika manusia meragukan peran seorang perempuan, Tuhan justru mengangkat mereka sebagai pemimpin dan pahlawan. Dari sini kita belajar bahwa rencana Allah tidak tunduk pada budaya, tetapi budaya seharusnya tunduk pada rencana Allah.

 

Namun di balik kebesaran panggilan itu, ada teguran bagi kita. Dunia ini terlalu lama mengekang, meremehkan, atau bahkan membungkam suara perempuan. Banyak orang Kristen sendiri jatuh ke dalam pola pikir yang sama: memandang rendah, mengabaikan, atau tidak memberi ruang bagi perempuan untuk bersuara dan memimpin. Padahal, keberanian dan keteguhan hati sering justru ditemukan dalam kelembutan seorang perempuan yang bersandar penuh pada Tuhan. Kita ditegur agar berhenti memakai ukuran dunia untuk menilai siapa yang layak dipakai Allah.

 

Pemahaman ini membawa kita pada kebenaran bahwa keberanian sejati bukan soal gender, tetapi soal iman. Berani melawan ketidakadilan, berani berdiri teguh dalam kebenaran, berani menolak menyerah ketika menghadapi musuh yang lebih besar. Tuhan tidak mencari orang yang sekadar kuat secara fisik, tetapi mereka yang mau taat, meski dipandang rendah oleh dunia. Seperti perempuan yang berani melangkah, kita pun dipanggil untuk menyingkirkan rasa takut dan keraguan, lalu berdiri teguh di tengah medan hidup yang keras.

 

Kritik bagi kita jelas: terlalu sering kita menunggu orang lain untuk melangkah lebih dahulu, terlalu sering kita bersembunyi di balik alasan "saya tidak cukup layak" atau "biarlah orang lain yang memimpin". Inilah tanda iman yang kerdil. Jika Tuhan memanggil, jangan menunda. Jika Tuhan menggerakkan, jangan menolak. Keberanian yang lahir dari iman adalah bukti nyata bahwa Tuhan bekerja melalui hidup kita, apa pun keterbatasan kita.

 

Karena itu, marilah kita belajar dari panggilan Tuhan kepada perempuan-perempuan berani. Jangan lagi kita mengekang orang lain dengan pandangan kita sendiri, dan jangan pula kita membatasi diri dengan ketakutan kita sendiri. Tuhan sedang mencari hati yang rela dipakai, dan ketika Ia menemukan hati itu—baik pada seorang laki-laki maupun perempuan—Ia akan mengubah sejarah melalui mereka. Biarlah kita pun berani menjawab panggilan itu hari ini.


Doa :
Tuhan, ajari kami berani melangkah di jalan-Mu. Hancurkan ketakutan, kebiasaan, dan pandangan sempit yang mengikat kami. Biarlah hidup kami, baik laki-laki maupun perempuan, dipakai untuk kemuliaan-Mu dan kebenaran-Mu di dunia ini.


3 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026