HATI YANG TEGUH, TELINGA YANG BIJAK
18 Agustus 2025
📖 Ester 3:7–15
Kebencian adalah api yang tidak pernah puas sampai segala yang ada di sekitarnya menjadi abu. Ia berawal dari hati yang dibiarkan diracuni sakit hati, iri, atau gengsi. Ketika kebencian dibiarkan tumbuh, ia akan melahirkan niat untuk membinasakan, bahkan terhadap orang yang sebenarnya tidak bersalah. Inilah racun yang membutakan hati dan membuat manusia kehilangan kemanusiaannya.
Namun kebencian tidak bekerja sendirian. Ia sering memanfaatkan telinga yang “tipis”—telinga yang cepat panas mendengar gosip, fitnah, atau aduan yang memancing emosi. Orang yang telinganya tipis akan menjadi alat yang mudah dikendalikan, karena ia bereaksi sebelum berpikir, memutuskan sebelum menyelidiki. Akibatnya, ia dapat menjadi bagian dari kejahatan tanpa sadar, hanya karena mengikuti suara yang salah.
Hidup ini penuh dengan suara: ada yang membangun, ada yang meruntuhkan. Tidak semua yang terdengar layak untuk dipercaya, apalagi diikuti. Orang yang bijak akan memeriksa setiap berita, menimbang dengan hati yang tenang, dan hanya bertindak berdasarkan kebenaran. Mereka tidak membiarkan telinganya menjadi pintu masuk bagi kebencian yang bisa memusnahkan banyak nyawa dan hubungan.
Kita perlu menjaga hati dan telinga seperti menjaga pintu rumah kita. Hati yang dipenuhi kasih akan sulit disusupi kebencian, dan telinga yang terlatih mendengar kebenaran akan sulit dikelabui fitnah. Keduanya berjalan bersama: hati yang benar menghasilkan tindakan yang benar, telinga yang bijak menjaga langkah tetap pada jalan yang benar.
Jangan pernah biarkan kebencian menguasai hati atau gosip menguasai telinga. Dunia ini sudah cukup panas tanpa kita menambah api. Jadilah pembawa damai yang memilih mendengar kebenaran, menolak kebohongan, dan bertindak hanya demi kebaikan yang memuliakan Tuhan.
🙏 Doa:
Tuhan, bersihkan hati kami dari kebencian, ajarkan telinga kami mendengar dengan bijak, dan pimpin langkah kami hanya pada kebenaran-Mu. Amin.