MENGINGAT UNTUK BERTAHAN
21 Juni 2025
📖 Ulangan 31:21–30
Manusia mudah mengingat apa yang menyakitkan, tapi cepat lupa pada kasih yang menyelamatkan. Kita bisa mengingat luka bertahun-tahun, tapi lupa bagaimana Tuhan menopang kita melewati semua itu. Lupa adalah awal dari keraguan, dan keraguan adalah jalan kejatuhan yang pelan tapi pasti. Tuhan tahu hal ini. Itulah sebabnya Dia tidak berhenti mengingatkan umat-Nya, bahkan sebelum mereka jatuh. Karena kasih-Nya lebih besar daripada ingatan kita yang pendek.
Kita hidup di dunia yang penuh distraksi, yang menawarkan segala hal yang membuat hati tak lagi fokus pada Tuhan. Ketika kenyamanan dunia menggantikan kekaguman kepada Allah, maka perlahan tapi pasti, kita tidak lagi ingat siapa yang menuntun kita keluar dari keterpurukan. Di situlah bahaya terbesar: bukan serangan dari luar, tapi lupa dari dalam.
Namun Tuhan tidak pernah diam. Dia menaruh firman-Nya di hati, di mulut, bahkan dalam nyanyian, supaya setiap napas hidup kita menjadi pengingat. Bukan sekadar hafalan, tapi hidup yang ditulis dengan ketaatan. Tuhan tahu, kekuatan untuk bertahan bukan berasal dari kuatnya kita, tapi dari seberapa dalam kita mengingat siapa yang memanggil kita.
Ketekunan dalam iman bukan soal seberapa besar mujizat yang kita alami, tapi seberapa teguh kita memegang kebenaran walau tidak melihat jalan. Dunia akan terus mengguncang, kehidupan akan terus menekan, tapi orang yang ingat Tuhan akan tetap teguh. Karena pengharapan tidak dibangun di atas situasi, melainkan di atas janji yang tidak pernah berubah.
Hari ini, mari bertanya pada diri sendiri: apakah aku masih mengingat Tuhan dalam hidup sehari-hariku? Ataukah aku hanya datang ketika masalah datang? Tuhan tidak butuh pengingat karena Dia setia. Tapi kita perlu terus diingatkan, agar tetap teguh dalam jalan-Nya. Jangan tunggu lupa membuat kita kehilangan arah. Ingatlah Tuhan selalu, agar kita bisa berdiri sampai akhir.
🙏 Doa:
Tuhan, jangan biarkan aku melupakan-Mu di tengah kesibukan dan kesenangan. Tanamkan firman-Mu dalam hatiku agar aku tetap teguh. Berikan aku roh yang tekun, yang tidak lari saat badai datang, dan hati yang setia meski dunia terus berubah. Amin.
💡 “Yang mengingat Tuhan tidak akan mudah digoyahkan, karena yang tertanam dalam kasih tidak mudah dicabut oleh ketakutan.”