KEKUATAN YANG TIDAK HABIS
18 Juni 2025
📖 Yesaya 40:27–31
Ada masa di mana kita merasa sendirian, lelah, dan seperti tak lagi terlihat oleh Tuhan. Kita mulai bertanya-tanya, “Apakah Tuhan masih peduli? Apakah Dia tahu apa yang sedang aku hadapi?” Dalam kesunyian dan kelelahan yang terus menghimpit, suara hati kita mulai meragukan hadirat-Nya. Namun sesungguhnya, bukan Tuhan yang meninggalkan kita, tapi kita yang mulai memalingkan wajah dari kekekalan.
Tuhan tidak pernah lelah. Ia tidak pernah kehabisan tenaga untuk menopang hidupmu. Sementara kita sering kehabisan napas hanya karena tekanan hidup, Dia justru sanggup mengangkat kita lebih tinggi, bahkan saat kita merasa jatuh terlalu dalam. Masalahnya, kita ingin Tuhan bekerja cepat. Kita ingin jawaban instan. Kita tidak sabar menunggu Dia bertindak. Padahal kekuatan yang sejati justru diberikan kepada mereka yang menantikan Dia.
Menanti Tuhan bukan berarti pasif dan menyerah. Itu adalah tindakan iman. Menanti berarti percaya bahwa waktu-Nya sempurna, dan bahwa Ia sedang bekerja meskipun kita belum melihatnya. Sayangnya, manusia modern terlalu terbiasa dengan kecepatan, hingga menganggap menunggu sebagai kelemahan. Kita lupa bahwa justru di dalam penantian, kekuatan surgawi sedang dibentuk dan ditambahkan.
Tuhan tahu batas tenaga kita. Ia tahu kapan jiwa kita mulai melemah, dan Ia tidak membiarkan kita berjuang sendirian. Ia tidak hanya menguatkan tubuh yang letih, tapi terlebih jiwa yang nyaris menyerah. Bahkan ketika manusia tak lagi mengerti kita, Dia tetap mengerti dan tetap bekerja. Kita hanya perlu duduk diam, mengangkat pandangan, dan menantikan Dia seperti seorang anak yang tahu bahwa pelukan Bapa akan segera datang.
Jangan terburu-buru mengambil alih kendali yang bukan milikmu. Jangan berlari tanpa kekuatan dari-Nya. Biarkan Tuhan memulihkan langkahmu, menguatkan hatimu, dan membawa engkau terbang tinggi melampaui semua badai kehidupan. Kekuatan dari Tuhan bukan seperti baterai yang bisa habis, tapi seperti mata air yang tak pernah kering—selalu cukup, bahkan lebih.
🙏 Doa:
Tuhan, ajar aku menantikan-Mu tanpa bersungut. Berikan aku kekuatan-Mu, bukan kekuatanku sendiri. Pulihkan hatiku yang lelah, dan angkat aku lebih tinggi dari rasa takutku. Karena hanya dalam Engkau, aku bisa terus melangkah. Amin.
💡 “Tuhan tidak kehabisan tenaga untuk memelukmu—bahkan saat kau terlalu lelah untuk memanggil nama-Nya.”