Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

TAKHTA-NYA TAK TERGUNCANG

17 Juni 2025

📖 Yesaya 40:21–26

Di tengah dunia yang penuh gejolak, di mana manusia berlomba-lomba mengangkat dirinya setinggi mungkin, ada satu kenyataan yang tak berubah: Allah tetap bertakhta. Ia tidak dipilih oleh suara mayoritas, tidak dibentuk oleh opini publik, dan tidak tergantikan oleh kekuatan mana pun. Keberadaan dan kekuasaan-Nya tidak tergantung pada pengakuan manusia—Ia adalah Tuhan, bahkan sebelum dunia ini mengenal kata "Tuhan."

 

Namun, manusia sering mengabaikan siapa yang sebenarnya memegang kendali. Kita mudah terpukau oleh tokoh besar, pemimpin yang vokal, atau pencapaian yang gemilang. Kita mulai menaruh harap pada sistem, pada manusia, bahkan pada diri sendiri. Padahal, semua itu ibarat debu di hadapan hadirat-Nya. Bahkan penguasa dunia pun hanya sekejap mata di tangan Allah yang duduk di atas bulatan bumi.

 

Tidak ada yang seperti Dia. Tidak ada yang bisa disejajarkan. Ia menyebut bintang-bintang satu per satu dan tidak ada satu pun yang hilang dari perhitungan-Nya. Jika ciptaan-Nya saja begitu teratur dan indah, apalagi hidup kita yang ditebus oleh darah-Nya? Tapi tetap saja, kita lebih sering kuatir daripada percaya, lebih sering mengatur Tuhan daripada berserah pada-Nya.

 

Renungan ini mengajak kita berhenti sejenak—untuk mengakui betapa kecilnya kita, dan betapa agungnya Dia. Ini bukan untuk melemahkan kita, tapi justru membangkitkan kita dari kelelahan karena mencoba menjadi penguasa atas hidup yang bukan milik kita. Tuhan bertakhta bukan hanya di surga yang jauh, tapi juga di dalam detak jantung kita. Ia dekat, namun tetap Mahakuasa. Ia pribadi, namun tetap transenden.

 

Kita tidak dipanggil untuk mengerti segalanya. Kita dipanggil untuk percaya bahwa takhta-Nya tidak terguncang, bahkan ketika dunia kita terasa runtuh. Karena hanya satu Pribadi yang pantas didudukkan di atas takhta hidup kita—dan itu bukan kita, melainkan Allah yang tak terbandingkan itu.


🙏 Doa:

Tuhan, aku menyerahkan takhta hidupku pada-Mu. Engkaulah Raja yang tak tergantikan, Penguasa yang tak terkalahkan. Ajar aku percaya pada kedaulatan-Mu, meskipun aku tak memahami segalanya. Dalam nama-Mu, aku hidup, bernafas, dan berharap. Amin.


💡 “Ketika takhta hidup kita kosong, dunia mengambil alih. Tapi ketika Allah yang duduk di situ, damai pun mengalir.”

11 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026