Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

DITERIMA UNTUK MENGHASILKAN YANG SEJATI

14 Juni 2025

📖 Lukas 6:17–19 & Lukas 6:43–45

Dunia hari ini penuh dengan seleksi. Yang dianggap layak akan diterima. Yang tidak sesuai kriteria akan ditolak. Kita pun, secara sadar atau tidak, sering memperlakukan sesama dengan cara yang sama: menimbang siapa yang pantas kita dekatkan, siapa yang layak kita tolong, siapa yang cukup "rohani" untuk kita hormati. Namun Allah tidak demikian. Ia menerima siapa pun, tanpa syarat. Ia menyentuh, memulihkan, dan tidak menolak siapa saja yang datang kepada-Nya.

 

Tapi penerimaan Allah bukanlah akhir dari segalanya. Itu adalah awal. Allah menerima kita bukan agar kita tetap sama, melainkan agar kita berubah. Ia adalah Pohon yang baik, dan Ia memanggil kita untuk menjadi buah yang layak dari kebaikan-Nya. Artinya, hidup kita seharusnya mencerminkan kasih yang menerima tadi. Jika kita sungguh telah disentuh oleh-Nya, maka kata-kata kita akan membawa hidup, sikap kita akan membawa pengharapan, dan kehadiran kita akan mencerminkan kasih yang merangkul, bukan yang menghakimi.

 

Renungan ini adalah teguran bagi kita yang sudah merasa "rohani" tapi tidak pernah berubah. Kita berkata bahwa Tuhan menerima siapa saja, tapi dalam hati kita menolak orang-orang yang berbeda. Kita berkata Allah itu baik, tapi isi hati kita penuh dengan kecemaran, kemarahan, dan keangkuhan yang terselubung. Kita tidak sedang menjadi buah yang layak, tapi malah menjauhkan orang dari sumber kehidupan itu sendiri.

 

Tuhan tidak pernah menginginkan kesempurnaan dari awal. Tapi Ia ingin kejujuran dan pertumbuhan. Ia menerima kita apa adanya, tapi tidak membiarkan kita tinggal dalam keadaan yang sama. Ia ingin membentuk kita agar menjadi cerminan dari kebaikan-Nya yang hidup. Maka saat kita berkata "Tuhan telah menyentuhku", seharusnya dunia pun bisa berkata, "Aku melihat buah dari kebaikan itu dalam hidupmu."

 

Jangan hanya puas telah diterima oleh Tuhan. Jadilah wujud nyata dari kasih yang telah kita terima. Buah tidak akan memuji dirinya sendiri, tapi orang yang memakannya akan tahu apakah pohonnya baik atau tidak. Dunia lapar akan kasih yang asli—bukan yang penuh topeng. Jadilah buah yang menyegarkan, bukan yang pahit meski terlihat manis dari luar.


🙏 Doa:

Tuhan, terima kasih karena Engkau menerimaku tanpa syarat. Tolong aku untuk tidak tinggal diam dalam zona nyaman penerimaan itu. Ubahlah hatiku agar isi hidupku mencerminkan kebaikan-Mu setiap hari. Jadikan aku buah yang hidup dari pohon kasih-Mu. Amin.


💡 “Yang diterima oleh kasih sejati, pasti akan menghasilkan kasih yang sejati.”

10 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026