Ekklesia Dumai

Menu

  • Home
  • Profil
    • Sejarah
    • Sion - Sei Rokan
    • Kasih Karunia - Bagan Manunggal
    • Immanuel - Tanjung Medang
    • Maranatha - Sei Pakning
    • Solafide - Selat Panjang
    • Sungai Sembilan
  • Presbiter
    • Majelis Jemaat
    • PHMJ
    • Korsek
  • Unit Misioner
    • Pelkat
    • Komisi
    • BPPJ
  • Renungan
  • Lainnya
    • Warta Jemaat

HATI YANG MURNI DALAM PELAYANAN

03 Juni 2025

📚 2 Raja-Raja 5:20–27


Ada satu hal yang sulit disembunyikan dalam hidup ini, yaitu motif hati. Kita bisa melakukan banyak hal yang tampak rohani dan mulia di mata manusia, tetapi Tuhan melihat jauh lebih dalam dari sekadar penampilan luar. Pelayanan sejati bukanlah soal berapa banyak yang kita lakukan, tetapi apa yang mendorong kita melakukannya. Apakah karena kasih? Karena kehendak Tuhan? Atau diam-diam kita menyimpan pamrih?

 

Gehazi, hamba Elisa, menjadi gambaran nyata bagaimana pelayanan yang dilandasi ambisi pribadi akhirnya berujung pada kebinasaan. Ia tidak puas dengan ketulusan nabi Elisa yang menolak imbalan dari Naaman. Gehazi merasa perlu “mengambil bagian” dari berkat itu, padahal sebenarnya bukan haknya. Ini bukan hanya soal uang—ini soal hati yang tak murni dan pelayanan yang sudah tercemar oleh kepentingan pribadi.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun bisa seperti Gehazi tanpa sadar. Ketika kita melayani, apakah kita diam-diam mengharapkan pujian? Atau mungkin kita menanti imbalan dari orang lain? Pelayanan yang dilandasi pamrih akan cepat lelah, mudah kecewa, dan mudah mengeluh. Tapi pelayanan yang berasal dari hati yang murni akan kuat, tenang, dan tetap bersinar bahkan dalam keterbatasan.

 

Kejujuran adalah fondasi pelayanan sejati. Setelah mengambil barang dari Naaman, Gehazi juga berdusta. Ia menutup-nutupi perbuatannya di hadapan Elisa. Tapi yang luput dari pikirannya adalah: Elisa mungkin tidak melihat, tapi Tuhan melihat segalanya. Dalam dunia yang penuh kepura-puraan, berkata benar dan hidup dalam integritas adalah tindakan yang radikal dan berani—dan sangat penting dalam menjaga kemurnian iman.

 

Renungan ini adalah teguran: jangan bermain-main dalam pelayanan. Jangan berdusta pada orang lain, dan terutama, jangan berdusta pada Tuhan. Dia yang kita layani bukan buta atau tuli. Tuhan mencari orang-orang yang bersedia melayani dengan hati yang murni, yang tidak mencari keuntungan pribadi, dan yang tetap setia dalam kebenaran walau tidak dipuji atau dilihat orang.


🙏 Doa :

Tuhan, sucikanlah hati kami dari segala pamrih dan kepalsuan. Ajari kami untuk melayani dengan tulus dan berbicara dengan jujur. Biarlah hidup kami menjadi cermin kasih dan kebenaran-Mu. Amin.


💬 "Pelayanan yang benar bukan yang tampak hebat di luar, tapi yang murni di hadapan Tuhan."

17 Dibaca
url berhasil disalin!
Youtube Facebook Email

JADWAL IBADAH


Ibadah Minggu Pagi :
Pukul 09.00 WIB

Ibadah Minggu Sore :
Pukul 18.00 WIB

Ibadah Keluarga Sektoral :
Setiap hari Rabu, Pukul 19.00 WIB

Ibadah Pelkat PA :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PT :
Setiap hari Minggu, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat GP :
Setiap hari Sabtu, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKP :
Setiap hari Selasa, Pukul 09.00 WIB

Ibadah Pelkat PKB :
Setiap hari Jumat, Pukul 19.30 WIB

Ibadah Pelkat PKLU :
Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 WIB

KONTAK


Majelis Jemaat GPIB Ekklesia Dumai
Jl. Air Bersih No. 1 Dumai, 28813 Riau
Telp : 0765 - 31348
Email : ekklesia.dumai@gpib.or.id

LOKASI



2017 - 2026